Minyeuk Pret Aroma Coffee Diminati Warga Eropa

Parfum beraroma coffee lebih diminati oleh warga Eropa, karena menghadirkan aroma seduhan kopi

Minyeuk Pret Aroma Coffee Diminati Warga Eropa
PARFUM MINYEUK Pret saat ini memiliki tiga varian aroma yaitu Seulanga, Coffee dan Meulu yang wanginya disukai oleh laki-laki maupun perempuan. Ke depan akan hadir aroma Jeumpa dan Esspresso. 

BANDA ACEH - Parfum beraroma coffee lebih diminati oleh warga Eropa, karena menghadirkan aroma seduhan kopi murni dari tanah Aceh pada tingkat ketenangan tertinggi, serta memberikan semangat heroik yang berbalut maskulinitas dan kemapanan dari seorang pria modern. Selain coffee, produk Minyeuk Pret yang diproduksi di Banda Aceh ini juga memiliki aroma lainnya yaitu Seulanga dan Meulu, serta yang akan menyusul aroma Jeumpa dan Espresso pada Mei Mendatang.

CEO Toko Parfum Minyeuk Pret, Banda Aceh, Daudy Sukma menyampaikannya kepada Serambi, Selasa (14/3). Ia menambahkan aroma Seulanga memberikan kesan eksotisme, keanggunan, kelembutan serta kesegaran, sedangkan Meulu menghadirkan kesan feminisme yang mewah dan bernuansakan putih elegan.

“Untuk aroma premiun Minyeuk Pret yaitu Jeumpa dan Espresso ini, dimana kita tahu bahwa Jeumpa itu adalah salah satu bunga yang menjadi iconnya Aceh. Sedangkan untuk aroma Espresso ini pada awalnya merupakan permintaan dari para pejabat Aceh, jadi aromanya itu nanti ada creamer-creamernya, lebih sempurna dan mewah,” jelas alumnus Jurusan Ekonomi Manajemen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh ini.

Daudy menambahkan sejak diperkenalkan pada 1 April 2015 hingga saat ini, parfum dengan aroma khas Aceh ini tidak hanya diminati oleh masyarakat diseluruh Indonesia namun juga diminati oleh masyarakat dari 11 negara yaitu Malaysia, Taiwan, Inggris, Thailand, Jepang, Cina, Arab Saudi, Amerika Serikat, Turki, Dubai, dan Bangladesh.

“Kalau untuk ke 11 negara ini dibawa oleh reseller yang berangkat kesana. Mudah-mudahan akhir tahun ini sudah bisa dieskpor, saat ini sedang dalam pengurusan izin bea cukai dan perizinan lainnya. Dari 11 negara tersebut yang paling banyak permintaan adalah Malaysia, Taiwan dan Inggris,” katanya.

Sementara di Indonesia, permintaan paling banyak selain dari Aceh adalah berasal dari Medan, Jakarta, Kalimantan Timur, Makassar, Surabaya. Sedangkan di Aceh permintaan Minyeuk Pret didominasi dari Meulaboh, Langsa, Lhokseumawe, Calang dan Nagan Raya.

“Setiap hari dilakukan pengiriman ke daerah-daerah tersebut dengan jumlah mulai puluhan sampai seratusan botol,” kata Daudy yang juga berprofesi sebagai Dosen di Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh.

Disebutkannya, parfum dengan model spray ini berisi 30 mili liter dan dibanderol Rp 110.000 per botol untuk wilayah Banda Aceh. Segmen pasarnya merupakan kalangan menengah keatas. Selain itu, juga dapat dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan mancanegara maupun nusantara yang berkunjung ke Aceh.

Keunggulan Minyeuk Pret ini merupakan brand parfum original Aceh yang mengangkat konten-konten lokal serta kandungan bahan baku yang bersumber dari tanah Aceh dengan menggunakan minyak nilam dari pantai barat selatan Aceh.

“Menurut jurnal, nilam Aceh merupakan nilam terbaik di dunia, dimana nilam ini tidak bisa disentetis atau dibuat menyerupai, dan ratusan tahun diekspor ke Perancis untuk bahan pembuatan parfum. Selain itu, 60 persen bahan baku untuk pembuatan parfum bahan bakunya dari Indonesia khususnya dari Aceh. Seharusnya kita sudah sangat bangga ini menjadi momen baik untuk Aceh dan Indonesia kalau kita mengangkat ini,” jelasnya. Produk Minyeuk Pret ini juga dapat diperoleh di Dekranasda Banda Aceh, PLTD Apung, Museum Tsunami, serta toko souvenir. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help