SerambiIndonesia/
Home »

Sport

PBSI Aceh Didesak Gelar Musprov

Masa jabatan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Aceh Periode 2013-2017

PBSI Aceh Didesak Gelar Musprov

BANDA ACEH - Masa jabatan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Aceh Periode 2013-2017 sudah berakhir pada 27 Februari 2017. Karena itu, sejumlah kalangan mendesak organisasi tersebut segera menggelar musyawarah provinsi (musprov) untuk memilih pengurus baru.

Mantan Pengurus Pengprov PBSI Aceh, Zainal Arifin kepada Serambi di Banda Aceh, kemarin, mengatakan, Musprov PBSI Aceh perlu segera digelar karena beberapa alasan. Di antaranya, agar PBSI Aceh dapat mempersiapkan diri menjelang pelaksanaan Pra-PORA dan PORA. Selain itu, menurut Zainal, selama ini pembinaan terhadap pebulutangkis Aceh juga terkesan ‘jalan di tempat.’

“PBSI Aceh perlu pengurus baru, karena pengurus selama ini seperti vakum dan jarang sekali melaksanakan even. Dalam empat tahun kepengurusan PBSI Aceh periode 2013-2017, baru sekali mengadakan kejuaraan bulutangkis yaitu pada tahun 2014,” ungkap pria yang akrab disapa Pak Jack ini. Ia mengaku prihatin dengan keberadaan dan aktivitas PBSI Aceh saat ini.

Ungkapan hampir sama juga disampaikan Pelatih PBSI Aceh, Dino. “Selama ini kepengurusan PBSI Aceh seperti vakum dan minim even. Karena itu, kami berharap Musprov PBSI Aceh segera digelar agar ada pengurus baru. Dengan pengurus baru nanti, kami berharap PBSI Aceh lebih ‘hidup’ dan even atau kejuaraan yang dilaksanakan lebih banyak lagi dari selama ini,” harap Dino didampingi mantan pengurus Pengcab PBSI Banda Aceh, T Saiful Bahri.

Jika organisasi dan aktivitas PBSI Aceh jelas, lanjutnya, maka perkembangan bulutangkis Aceh juga akan terlihat jelas. Hal itu, menurut Dino, juga harus didukung oleh pengurus yang bisa bekerja. “Tanpa itu, pembinaan atlet-atlet bulutangkis Aceh tak berjalan maksimal,” jelasnya seraya berharap Ketua PBSI yang baru nanti adalah sosok yang benar-benar paham bulutangkis serta mau bekerja keras untuk memajukan PBSI dan meningkatkan mutu pebulutangkis Aceh.

Secara terpisah, Bendahara Pengcab PBSI Kota Lhokseumawe, Basir Muhammad juga mengungkapkan perlunya PBSI Aceh segera menggelar musprov. Sebab, ia menilai pengurus selama ini vakum dan masih kurang diberbagai hal. “Pengurus baru ke depan kita harapkan bisa membawa PBSI Aceh menjadi lebih baik dan prestasi atlet-atlet bulutangkis Aceh bisa meningkat dibanding selama ini,” kata Basir kepada Serambi via telepon selulernya, kemarin.

Zainal, Dino, dan Basir juga berharap ketua PBSI Aceh untuk empat tahun ke depan berasal dari barisan muda dan mantan atlet. Jika dipimpin oleh orang yang memahami bulutangkis, mereka yakin PBSI akan lebih ‘hidup’ dan prestasi bulutangkis Aceh di level daerah dan nasional akan lebih baik.

Informasi yang diperoleh Serambi, sejumlah nama calon ketua PBSI Aceh mulai mencuat. Di antaranya Deddi Taprian ST MT (pengurus Pengcab PBSI Banda Aceh), Azhar Laris, dan Nahrawi Noerdin SE.

Sementara itu, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah menunjuk Rachmat Setiawan sebagai pelaksana tugas (Plt) atau caretaker Pengprov PBSI Aceh. Rachmat yang juga pengurus Bidang Keabsahan dan Sistem Informasi PP PBSI ini ditunjuk sebagai Plt untuk mempersiapkan dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna kelancaran Musyawarah Provinsi (Musprov) PBSI Aceh. Surat penunjukkan caretaker tertanggal 28 Februari 2017 ini ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto.(adi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help