Droe Keu Droe

Pelanggan PLN Banda Aceh Komplain

PADA 27 Desember 2016 lalu, PLN membebabkan tagihan rekening listrik di rumah saya sebesar Rp 16.571.000

Pelanggan PLN Banda Aceh Komplain

PADA 27 Desember 2016 lalu, PLN membebabkan tagihan rekening listrik di rumah saya sebesar Rp 16.571.000. Ini sangat mengejutkan, saya dituduh memakai tenaga listrik tidak sesuai dengan sebenarnya. Menurut PLN, saya memakai KWh secara salah, yaitu: Putaran piringan meter tersendat-sendat; segel kuping kiri dan kanan menggunakan segel plastik.

Saya keberatan karena yang memasang KWh meter bukan saya, tapi petugas PLN. Jika salah, ya itu kesalahan PLN. Saya dan keluarga tidak pernah mengotak-atik KWh meter tersebut. Petugas PLN lalu mengambil KWh meter rumah saya dan menyambung listrik dengan memakai MCB KWh meter yang diambil.

Saya tidak terima dan mengadukan masalah ini ke Yayasan Perlindungan Konsumen Aceh (YaPKA). Lalu dimediasi, tidak ada kesepakatan apa pun tercapai dalam proses mediasi ini. Pihak PLN mengatakan menunggu kebijakan kantornya lebih dulu.
Kemudian pada 13 Maret 2017, petugas PLN yang sama datang lagi dan melakukan pemutusan listrik di rumah saya, dengan alasan yang tersebut dalam berita acara bahwa saya telah melakukan penyalahgunaan pemakaian tenaga listrik dengan modus tersambung langsung tanpa KWh meter eks P2TL.

Tentu saya sangat keberatan sehingga saya tidak mau menandatangani Berita Acara tersebut. Saya bingung dengan sikap PLN Banda Aceh, semua kesalahan PLN kok dibebankan kepada saya. Saya adalah pelanggan yang selalu teratur membayar tagihan listrik, tapi saya dizalimi seperti ini.

Riya Dharma
Jl. Mangga No. 475 Komplek Meusara Agung Banda Aceh.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help