SerambiIndonesia/

Tahanan Hakim Kabur dari LP

Maulana (26), tahanan hakim dalam kasus pencurian di Universitas Malikussaleh (Unimal), Senin (13/3) sekitar pukul 10.00 WIB

Tahanan Hakim Kabur dari LP

* Libatkan Dua Oknum Sipir

LHOKSEUMAWE - Maulana (26), tahanan hakim dalam kasus pencurian di Universitas Malikussaleh (Unimal), Senin (13/3) sekitar pukul 10.00 WIB dilaporkan kabur dari Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II Lhokseumawe. Dua oknum sipir di LP itu terlibat dalam proses pelarian pria asal Muara Satu, Lhokseumawe tersebut.

Karena itu, penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, Selasa (14/3) menetapkan kedua sipir yang berinisial Us dan Mu tersebut sebagai tersangka karena mengeluarkan tahanan tanpa izin dari unsur pimpinan. Informasi yang dihimpun Serambi, Maulana saat ini sedang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Lhokseumawe dalam kasus pencurian laptop di Unimal.

Kepala LP Lhokseumawe, Ely Yuzar, menyebutkan, sesuai laporan yang diterimanya, tahanan tersebut dikeluarkan dua petugas piket sekitar pukul 10.00 WIB. “Alasan dikeluarkan karena ada hubungan persaudaraan antara tahanan dan petugas kami,” katanya.

Adanya tahanan yang kabur, lanjut Ely, baru diketahui saat pergantian petugas piket pada pukul 18.00 WIB. Saat napi dan tahanan dihitung kembali, diketahui kurang satu orang. “Usai apel, seorang petugas menghadap saya dan ia mengaku sudah mengeluarkan seorang tahanan. Setelah itu, saya langsung saya perintahkan mencari tahan tersebut. Bila tak ditemukan malam itu, Selasa (14/3) pagi akan saya laporkan ke polisi,” jelasnya.

Karena sampai Selasa (14/3) pagi tahanan yang kabur itu tidak ditemukan, Kepala LP mengatakana, dirinya langsung mengantar kedua petugas di LP tersebut ke polisi untuk diproses hukum. “Secara internal juga kita akan berikan sanksi. Sanksi apa yang akan kita ambil, baru kita ketahui nanti setelah selesai di BAP,” katanya.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, menyebutkan, kedua sipir yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu dijerat dengan Pasal 426 KUHPidana tentang mengeluarkan penghuni LP tanpa seizin atasan. Namun, menurut Kapolres, kedua sipir itu tak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun.

Kapolres memastikan, kaburnya tahanan atau napi di LP kelas II Lhokseumawe sudah terjadi berulang kali. “Itu yang ketahuan saja, belum lagi yang tak ketahuan,” katanya.

Karena itu, Kapolres berkesimpulan bahwa kasus yang sama bisa terjadi berulang kali karena lemahnya pengawasan dari pimpinan LP tersebut terhadap kinerja bawahannya.

“Bahkan, tidak tertutup kemungkinan hal ini bisa juga terjadi karena dugaan adanya keterlibatan unsur pimpinan di LP Kelas II Lhokseumawe dan adanya dugaan penyuapan. Jadi, untuk penyelidikan kali ini kita akan fokus juga pada kedua dugaan tersebut,” demikian AKBP Hendri Budiman.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help