Home »

Opini

KUPI BEUNGOH

Bukan Ulee Kareng tapi "Ulee Kareung"

Apakah tetap kita ucapkan nama Ulee Kareng seperti lazim terucap sekarang ini, atau kita kembalikan ke nama asli versi sejarawan: Ulee Kareung?

Bukan Ulee Kareng tapi
Nurdin AR didampingi Dr. Harun Al-Rasyid, dosen Bahasa Indonesia FKIP Unsyiah, dan Dr.T. Misbah Lembong Ketua Prodi PMI Kesos Fak Dakwah Dan Komunikasi UIN Ar-Raniry 

ULEE KARENG adalah tempat paling populer di Banda Aceh. Popularitas semakin menjadi-jadi setelah terbentuk brand “Kupi Ulee Kareng”. Setiap tamu yang datang ke Banda Aceh akan bertanya: Di mana kupi ulee kareng yang original?

Tapi tahukah Anda bahwa penulisan dan bacaan Ulee Kareng telah meleset dari nama sebenarnya? Tentu tidak. Hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya..

Sejarawan Aceh, Drs. Nurdin AR, M.Hum, dalam diskusi di Hotel Mekkah, Rabu (15/3/2017) mengatakan, penulisan Ulee Kareng sudah melenceng dari yang sebenarnya.

“Banyak orang mengira Ulee Kareng itu adalah berasal dari kata kepala ikan teri. Ini jelas salah, telah terjadi pergeseran pengucapan,” kata Nurdin di sela-sela rapat koordinasi tim penulisan Esiklopedi Kebudayaan Aceh yang digagas Bulman Satar Cs dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

“Yang benar adalah Ulee Kareung. Ini punya referensi kuat dalam Qanun Meukuta Alam. Di sana jelas tertulis dalam bahasa Arab-Jawi kata “Karang” terdiri dari huruf kaf, ra di depannya alif dan ghain bertitik tiga,” kata Nurdin AR didampingi Dr. Harun Al-Rasyid, dosen Bahasa Indonesia FKIP Unsyiah.

“Selain itu, beberapa tahun lalu saya pernah menemui orang yang sudah sangat tua, dan beliau mengucap Ulee Kareung untuk menunjuk kawasan yang disebut Ulee Kareng sekarang ini,” tambah dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry ini.

Nurdin menambahkan kawasan Ulee Kareung itu adalah daratan yang tinggi di Kota Banda Aceh. Dia terletak di ujung kaki pegunungan yang menjulur ke arah laut.

“Makanya seberat apa pun banjir di Banda Aceh, kawasan Ulee Kareung tetap aman,” katanya.

Nah, bagaimana pendapat Anda? Apakah tetap kita ucapkan nama Ulee Kareng seperti lazim terucap sekarang ini, atau kita kembalikan ke nama asli versi sejarawan: Ulee Kareung? [Hasan Basri M Nur, Dosen Fak Dakwah Dan Komunikasi UIN Ar Raniry]

Editor: ariframdan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help