SerambiIndonesia/

Kejati Mulai Usut Dana Eks Kombatan

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Raja Nafrizal SH, melalui kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh, Amir Hamzah SH

Kejati Mulai Usut Dana Eks Kombatan
Kajati Aceh, Raja Novrijal menerima berkas laporan dugaan korupsi dari Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GERAK) Aceh, Askhalani di ruang rapat Kajati Aceh, Selasa (24/1/2017). GERAK melaporkan kasus dugaan korupsi bantuan dana untuk eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) senilai Rp 650 miliar dalam Anggaran Pembangunan Aceh (APBA) tahun 2013. SERAMBI/M ANSHAR 

* Beberapa Orang telah Dipanggil

* 11 Dinas Akan Diperiksa

BANDA ACEH - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Raja Nafrizal SH, melalui kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh, Amir Hamzah SH, mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim khusus yang bertugas mengusut kasus dugaan penyelewengan dana sebesar Rp 650 miliar yang digelontorkan Pemerintah Aceh untuk eks kombatan GAM pada tahun 2013.

“Pihak Kejati sudah membentuk tim. Tim itu kalau tidak silap ada 11. Ke-11 tim ini sekarang ini sedang bekerja,” kata Amir Hamzah di ruang kerjanya, Rabu (15/3).

Hal itu disampaikan setelah Koordinator Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani mempertanyakan posisi kasus yang sebelumnya dilaporkan pihaknya pada Rabu, 24 Januari 2017.

Amir menjelaskan, pembentukan tim tersebut sebagai bentuk keseriusan Kejati dalam menangani kasus tersebut. Ke-11 tim itu nantinya akan bertugas memeriksa 11 dinas yang menggelola dana yang diperuntukkan untuk pemberdayaan mantan kombatan GAM. “Saat ini tim 11 tersebut sedang mempelajari kembali semua laporan itu,” ujarnya.

Amir mengaku belum mendapat laporan apapun dari tim 11 terkait perkembangan kasus. “Karena ini dalam tahap pulbaket, belum keluar surat perintah baik penyelidikan maupun penyidikan, maka belum bisa kita mengeksplor. Tapi ada beberapa orang yang sudah dipanggil untuk diminta klarifikasi, tapi sifatnya tidak dalam posisi terbuka,” ungkapnya tanpa menyebutkan siapa orang yang diperiksa.

Sekedar menginggatkan, kasus ini mencuat dalam debat calon gubernur/wakil gubernur Aceh tahap II di Amel Convention Hall, Banda Aceh, Rabu, 11 Januari 2017. Keberadaan dana tersebut disoal oleh cagub nomor urut 2, Zakaria Saman (Apa Karya) kepada cagub nomor 4, dr Zaini Abdullah dalam sesi tanya jawab. Padahal, sebelumnya masyarakat tidak pernah tahu soal adanya penyimpangan dana tersebut.

Pada Rabu 24 Januari 2017, GeRAK Aceh melaporkan kasus tersebut ke Kejati Aceh. Laporan itu diserahkan oleh Koordinator GeRAK, Askhalani didampingi Kepala Divisi (Kadiv) Advokasi Korupsi GeRAK, Hayatuddin Tanjung kepada Kajati Aceh, Raja Nafrizal SH. Setelah dilaporkannya kasus tersebut, sejumlah pihak mendesak jaksa untuk serius mengusut kasus itu, hingga adanya demo dari Masyarakat Pro Demokrasi (MPD).

Kajati Aceh, Raja Nafrizal saat menerima pendemo mengatakan pihaknya tetap akan memproses kasus itu hingga tuntas. “Penyelesaian kasus tidak seperti beli mobil, butuh waktu. Kalau buktinya lengkap, cepat selesai. Karena itu, dengan dukungan (masyarakat) ini tentu kita bekerja lebih gairah lagi karena kita bekerja tidak sendiri,” ujarnya.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help