SerambiIndonesia/

Pilkada 2017

KPPS di Abdya Pertanyakan Honor yang belum Dibayar

"Kalau ada pemotongan sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu dengan alasan pajak, kami maklumi, tapi yang terjadi, satu bulan tidak dibayar,"

KPPS di Abdya Pertanyakan Honor yang belum Dibayar
LIPUTAN6
Ilustrasi 

Laporan Rahmat Saputra l Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM BLANGPIDIE - Sejumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) calon kepala daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh dan Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya)di Kabupaten Abdya mempertanyakan sisa pembayaran honor.

Pasalnya, dalam surat keputusan tentang pengangkatan Ketua dan anggota KPPS disebutkan, masa kerja mereka terhitung sejak tanggal 5 Januari hingga 5 Maret 2017 atau selama dua bulan, namun honor yang diterima hanya satu bulan.

Salah seorang anggota KPPS di Kecamatan Blangpidie mempertanyakan alasan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Abdya yang belum membayar sisa honor tersebut.

"Kalau ada pemotongan sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu dengan alasan pajak, kami maklumi, tapi yang terjadi, satu bulan tidak dibayar," ujar salah seorang anggota KPPS yang meminta namanya dirahasiakan.

Terkait persoalan itu, katanya, pihaknya telah mempertanyakan ke PPK dan KIP Abdya, namun PPK beralasan ada terjadi perubahan SK dari kementrian keuangan.

Kasubag Humas KIP Abdya, Agus Mudaksir yang dikonfirmasi Serambinews.com mengatakan dalam SK KPPS yang dikeluarkan pihaknya beberapa waktu lalu telah terjadi perubahan, seusai dengan keputusan kementrian keuangan dan KPU-RI.

"Jadi, SK tersebut sudah dirubah, akibat terjadi kesalahan pengetikan, terlebih dalam aturan Kemenkeu dan KPU disebutkan pembayaran honor harus setiap kegiatan, bukan setiap bulan," kata Kasubag Humas KIP Abdya, Agus Mudaksir.

Menurutnya, jika honor tersebut dibayar setiap bulan, maka KIP Abdya tidak sanggup dengan alasan mnim anggaran.

"Kalikan saja, satu TPS itu ada 7 orang dengan honor Rp 470 ribu per orang, kali saja 250 TPS (di Abdya), maka kita harus ada uang Rp 1 miliar lebih," katanya. (*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help