SerambiIndonesia/

Tafakur

Melanggar Sumpah

Siapa saja di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tak mampu

Melanggar Sumpah

Oleh Jarjani Usman

“Siapa saja di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tak mampu, hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu juga, maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman” (HR. Muslim)

Bersumpah sudah biasa dilakukan pada setiap adanya pelantikan untuk suatu jabatan baru. Meskipun sudah biasa, sumpah tak patut dianggap sesuatu yang biasa-biasa saja, sehingga hilang nilai kesakralannya. Apalagi dalam setiap sumpah, diharuskan dimulai dengan menyebut nama Allah. Dengan kata lain, orang-orang yang bersumpah itu jelas sedang serius bersumpah di hadapan Allah, walaupun tak bisa dilihat dengan indera.

Namun yang kerap terjadi selama ini, sumpah bagaikan angin lalu atau tidak pernah dilakukan. Ketika sudah memegang suatu jabatan tinggi, banyak orang seakan-akan boleh melupakan sumpahnya. Misalnya, tak sedikit pejabat negara yang sudah digaji tinggi dengan uang negara malah melakukan korupsi kelas tinggi. Lalu, adakah dirasakan kehadiran Allah di saat melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar sumpah?

Kesengajaan ini berdampak buruk yang besar bagi pelakunya. Di antaranya adalah meninggalkan kewajibannya sebagai seorang Muslim,yaitu perintah untuk menegakkan yang makruf dan mencegah yang mungkar. Alasannya, orang-orang yang sudah melanggar sumpahnya dengan melakukan perbuatan-perbuatan korupsi biasanya cenderung mengabaikan orang-orang yang melakukan perbuatan yang sama, meskipun dalam lingkungannya atau di dalam kantornya. Bila mencegah, maka akan terbongkar perilaku buruk yang dilakukan sendiri.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help