SerambiIndonesia/

Petrokimia Proteksi Celah ‘Permainan’

Manajemen PT Petrokimia Gresik yang merupakan salah satu produsen pupuk yang melaksanakan program

Petrokimia Proteksi Celah ‘Permainan’

* Dalam Pendistribusian Pupuk Bersubsidi

BANDA ACEH - Manajemen PT Petrokimia Gresik yang merupakan salah satu produsen pupuk yang melaksanakan program pupuk bersubsidi berjanji akan terus memproteksi berbagai celah munculnya permainan pada sistem pendistribusian pupuk hingga ke petani.

“Secara bersama-sama kita akan terus mengawasi dan memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi termasuk harga eceran tertinggi yang sudah ditentukan,” kata Manajer Pengawasan Petrokimia Gresik, Luqman Harun pada ‘Sarasehan Penyaluran Pupuk Bersubsidi’ di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Kamis (16/3).

Sarasehan bertema ‘Sinergi dalam Mendukung Penyaluran Pupuk yang Tertib Sesuai Prinsip 6 Tepat’ itu menampilkan empat narasumber yaitu Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Hasanuddin Darjo, Kepala Biro Ekonomi Setda Aceh diwakili Kabag Sumber Daya TM Bastian, Kasi Korwas PPNS Dit Reskrimsus Polda Aceh Kompol Bustari, dan Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Aceh Nislianuddin SH MH.

Pada sesi tanya jawab, berkembang berbagai masukan dan saran dari perwakilan distributor serta unsur pejabat pemerintahan yang masuk dalam Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3).

Menjawab Serambi mengenai upaya yang dilakukan untuk menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi termasuk harga yang dibayar petani, Luqman berharap sinergisitas pengawasan terus ditingkatkan. “Kami sudah instruksikan setiap kios pupuk bersubsidi untuk memasang plakat bertuliskan Kios Resmi Pupuk Bersubsidi dan mencantumkan harga eceran tertinggi. Kami akan evaluasi setiap satu bulan sekali dan akan kita beri sanksi jika melanggar,” tegas Luqman.

Untuk Aceh ada dua produsen pupuk yang melaksanakan program pupuk bersubsidi yaitu Petrokimia Gresik dan PT PIM. Pupuk bersubsidi yang diproduksi Petrokimia yaitu NPK, ZA, dan SP-36, sedangkan PT PIM dua jenis yaitu urea dan organik. Harga subsidi pupuk NPK Rp 2.300/kg, ZA Rp 1.400/kg, dan SP-36 Rp 2.000/kg. Sedangkan harga subsidi pupuk urea Rp 1.800/kg dan organik Rp 500/kg.

Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Fakhrurrazi mengatakan, pengawasan pupuk bersubsidi terus berlangsung oleh tim KP3 maupun tim verifikasi. Bahkan, saluran pengaduan untuk masyarakat yang merasa dirugikan sudah dibuka sejak 2015 melalui call center 08116716496 dan 08116716495. “Kedua nomor tersebut masih tetap kita fungsikan, silakan adukan setiap persoalan terkait pupuk subsidi,” kata Fakhrurrazi.(nas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help