Begini Cara Perawatannya

CEO Danish Car Interior, Afi menjelaskan keempat jenis bahan pelapis interior mobil ini yaitu Sintetis

Begini Cara Perawatannya
Pekerja Danish Car Interior memperlihatkan bahan pelapis kabin yang dibagi dalam empat material utama yaitu kulit sintetis, leather, fabric dan suede di tokonya di Jalan Tgk Imum Lueng Bata, Banda Aceh, Jumat (17/3). Foto/Ist 

CEO Danish Car Interior, Afi menjelaskan keempat jenis bahan pelapis interior mobil ini yaitu Sintetis, Leather, Fabric dan Suede memiliki cara perawatannya masing-masing. Seperti untuk sintetis perawatannya relatif lebih mudah karena sifatnya tak mudah menyerap kotoran dan cairan. Apabila sampai kotor atau tersiram air mudah dibersihkan.

“Tinggal lap saja. Sementara kotoran membandel bisa dihilangkan pakai cleaner khusus kulit sintetis yang banyak dijual,” katanya. Sementara Leather karena pada dasarnya organik, Leather lebih cepat retak atau pudar kalau terpapar panas sinar matahari langsung terus-menerus. Sehingga perawatannya harus lebih intensif, seperti merawat kulit manusia.

Afi menyarankan untuk Leather sebaiknya rutin dua minggu sekali dibaluri conditioner atau pelembab mengandung lanolin waxy cream. Selain itu, apabila sampai tersiram cairan, segera dikeringkan karena kulit asli mempunyai pori yang lebih mudah menyerap cairan dan panas.

Selanjutnya untuk bahan Fabric agak sulit dibersihkan. Hal ini karena karakternya sangat menyerap kotoran dan air. Maka sebaiknya harus hati-hati saat menggunakannya, apalagi proses pembersihannya juga lebih lama dan susah ketimbang kulit. Sementara untuk material Suede memerlukan penanganan khusus, sebab karakternya mudah rusak apabila sering terkena kotoran atau cairan.

“Untuk membersihkannya dapat menggunakan pakai vacuum cleaner atau sikat khusus yang lembut, agar tak merusak lapisannya,” demikian Afi. (una)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help