SerambiIndonesia/

Tafakur

Jalan Hidup

Tentunya semua insan berharap memperoleh surga, meskipun kenyataannya memilih mengisi hari-harinya dalam perjalanan hidup

Jalan Hidup
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Sesungguhnya Alquran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang
lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang
mengerjakan amal salih bahwa bagi mereka ada pahala yang besar” (QS.
Al Israa’: 9).

Tentunya semua insan berharap memperoleh surga, meskipun kenyataannya
memilih mengisi hari-harinya dalam perjalanan hidup ini dengan
perbuatan-perbuatan para calon penduduk neraka. Mencari nafkah,
misalnya, di jalan yang diharamkan Allah. Padahal saat berbuat
demikian, semua anggota tubuh sebenarnya sedang dipaksakan untuk
bekerja siang malam dalam lembah haram.

Otak dikerahkan untuk memikirkan bagaimana menipu, misalnya. Demikian
juga dengan kaki, diarahkan untuk melangkah ke lembah yang bergelimang
dosa. Tangan juga tak bisa diam, turut melakukan gerakan-gerakan
berbalut dosa. Belum lagi mata, hidung, telinga, dan lain-lain, yang
ikut terbajak untuk keburukan. Sungguh sangat berdosa bila semua
pemberian Allah di tubuh kita itu tak diberi kesempatan untuk
berkembang di jalan Allah.

Padahal bila semuanya dikerahkan untuk jalan kebaikan, setiap potensi
yang ada padanya akan berkembang untuk memungut banyak pahala setiap
saat yang dijanjikan Allah. Seperti potensi ingatan, yang mampu
menghafal pesan-pesan Allah dalam Alquran dan profesional dalam
membimbing umat. Rasa penat yang terasa di sejumlah anggota tubuh di
saat bekerja mencari nafkah, bisa menjadi sumber ampunan dosa.
Demikian juga kesabaran untuk terus istiqamah di jalur halal, bisa
memuluskan jalan ke surga yang dirindukan semua insan. Tak sukakah
kita dengan jalan hidup yang menguntungkan ini?

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help