Persiraja Butuh PT

Guna menghadapi persaingan dalam kompetisi Liga 2 yang akan bergulir 23 April mendatang

Persiraja Butuh PT
SAID MURSAL Mantan Sekum Persiraja

* Hadapi Liga 2

BANDA ACEH - Guna menghadapi persaingan dalam kompetisi Liga 2 yang akan bergulir 23 April mendatang, Persiraja membutuhkan dana. Untuk itu, Lantak Laju harus segera merealisasikan pembentukan Perusahaan Terbatas (PT).

“Kami mendukung keinginan Ketua Formatur Persiraja, Aminullah Usman untuk membentuk PT. Karena, keberadaan PT tentu saja bakal menjamin masa depan klub. Artinya, tiap kompetisi tak perlu mencari pengurus baru,” jelas mantan Sekum Persiraja, Said Mursal kepada Serambi via telepon dari Semarang, Jawa Tengah, tadi malam.

Sebagai klub profesional, lanjut Said Mursal, pembentukan PT sangat dibutuhkan. Terlebih, saat ini, di kompetisi sepakbola khususnya di tim divisi utama, rata-rata klub lebih memilih mendirikan PT. Untuk itu, supaya adanya pembaharuan dalam tata kelola Persiraja di musim ini, keputusan membentuk PT sangat tepat.

Di mana para pihak yang memiliki keinginan untuk mengurus Persiraja di Liga 2, tambahnya, bisa merealisasikannya. Ialah mereka nantinya harus menyetor dana sebagai pemilik modal. Boleh jadi, setoran dana tersebut berasal dari pribadi, kelompok ataupun melalui klub. “Jika ingin Persiraja maju, maka pilihannya pembentukan PT,” tegas mantan Sekum PSAP Sigli ini.

Bukan hanya itu, komentar Said Mursal, kehadiran pemilik modal akan memberikan kejelasan terhadap nasib Persiraja serta pemain. Artinya para pemain sudah mengetahui siapa yang akan bertanggung jawab atas kelangsungan Lantak Laju dalam mengarungi kompetisi. Misalnya, gaji bulanan, katering, bonus, kontrak 25 persen kontrak, perlengkapan latihan dan pertandingan, serta dana saat melakoni partai tandang.

Kecuali pemain, lanjutnya, kehadiran pemilik modal juga memastikan siapa manajer, wakil manajer, dan perangkatnya. Bukan rahasia lagi, sebagai pemilik modal tentu saja mereka tak ingin rugi. “Kalau ada yang ingin jadi manajer Persiraja musim ini, kami minta kepada Pak Amin untuk membuat syarat ketat. Misalnya, calon manajer ini wajib menyediakan dana untuk pembayaran 25 persen kontrak pemain, gaji, dan dana partai tandang,” rincinya.

Berpijak dari pengalaman klub yang memiliki PT, jelas mantan Sekum Persiraja, terlihat lebih sehat dalam anggaran. Bahkan, mereka pun dapat berprestasi meski sudah lama tak ikut kompetisi. “Mari sama-sama kita belajar pada Persebaya Surabaya. Ketika seorang pengusaha datang menyetor 70 persen dana, masa depan klub makin jelas,” sebut mantan wartawan itu.

Pada sisi lain, Said Mursal meminta kepada Aminullah Usman sebagai ketua tim formatur Persiraja, supaya jangan lagi menyusun pengurus. Karena, keberadaan dari pengurus tersebut membuat klub sulit untuk berkembang. Selama ini, sudah dapat disaksikan para pengurus hanya ramai saat ingin jadi pengurus, dan penentuan manajemen.

“Saat menyusun semua ingin menjadi pengurus. Lalu, ketika mencari manajemen tim, semua pihak juga berhasrat. Namun, kala dana untuk tim dan membayar gaji, semua kabur. Bukan hanya itu, telepon para pengurus dan manajemen juga dimatikan. Akibatnya, pemain dan para pelatih yang menjadi korban,” ungkapnya secara terbuka.

Karena itulah, Said Mursal kembali meminta Aminullah Usman supaya tetap kukuh dengan keinginan pembentukan PT. Hanya dengan itulah, persoalan dana Persiraja akan teratasi. Bukan hanya itu, tentunya para pemilik modal pun akan bekerja keras dan melakukan lobi guna menghadirkan sponsor.

“Siapa saja boleh masuk ke dalam manajemen. Namun, perlu diketahui, Persiraja saat ini butuh uang. Apalagi, sepakbola sekarang ini pun sangat identik dengan uang. Kalau memang tak ada uang, sebaiknya jangan urus Persiraja. Lebih bagus urus saja bola kasti. Murah dan tak menghabiskan uang,” pungkasnya Said Mursal.(ran)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help