SerambiIndonesia/

Polisi Tangkap Tahanan Hakim yang Kabur dari LP

Maulana, tahanan hakim yang kabur dari Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II Lhokseumawe, pada Kamis (16/3) sore

Polisi Tangkap Tahanan Hakim yang Kabur dari LP
Sebanyak 50 Narapidana (Napi) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bireuen, Minggu (24/7) dipidahkan ke sejumlah Rutan dan Lembaga Pemasyarakatan (LP) di delapan kabupaten/kota di Aceh. Pemindahan 50 Napi itu dikawal ketat aparat kepolisian dari jajaran Polres Bireuen dan anggota TNI dari Kodim 0111/Bireuen bersama Yonif 113 Jaya Sakti. SERAMBI/FERIZAL HASAN 

LHOKSEUMAWE - Maulana, tahanan hakim yang kabur dari Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II Lhokseumawe, pada Kamis (16/3) sore berhasil ditangkap kembali di kawasan Muara Batu, Aceh Utara. Kini dia masih ditahan di Mapolres Lhokseumawe untuk pengusutan lanjutan kasus yang melibatkan dua sipir LP tersebut.

Seperti diberitakan, Maulana (26) terlibat kasus pencurian di Universitas Malikussaleh (Unimal) kabur dari LP Kelas II Lhokseumawe, Senin (13/3) sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam pelariannya, pria asal Muara Satu, Lhokseumawe itu diduga kuat melibatkan dua oknum sipir. Polisi sudah menetapkan dua oknum sipir sebagai tersangka, yaitu Us dan Mu, karena mengeluarkan tahanan tanpa izin dari unsur pimpinan.

“Setelah kita telusuri, akhirnya diketahui dia (Maulana) bersembunyi di sebuah rumah kawasan Muara Batu. Personel kita langsung bergerak danmenangkapnya kembali,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, Jumat (17/3).

Hendri mengatakan, Maulana ditahan dulu di Mapolres untuk memudahkan pengusutan, apakah ada dugaan suap atau tidak sehingga ia bisa keluar dari LP. Meksipun sejauh ini, menurut Maulana, ia bisa kabur dari LP karena ada hubungan persaudaraan dengan oknum sipir.

Pada pengusutan kasus pelarian Maulana dengan tersangka dua oknum sipir, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, baik itu narapidana dan sipir lainnya. “Kedua sipir itu tidak ditahan karena ancaman hukuman di bawah lima tahun,” demikian AKBP Hendri Budiman.(bah)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help