Proses Sengketa Pilkada Harus Dikawal

Saat ini proses sidang sengketa pilkada Aceh masih berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK). Tahapan ini dinilai menjadi tahapan paling krusial

Proses Sengketa Pilkada Harus Dikawal
Personil Brimob Bawah Kendali Operasi (BKO) menjaga ketat proses rekapitulasi suara tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di kantor Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Minggu (19/2/2017). Pihak kepolisian melakukan pengamanan ketat di kecamatan untuk menjamin proses rekapitulasi hasil pemungutan suara Gubernur/Wakil Gubernur, Walikota/Wakil Walikota Pilkada serentak 2017. SERAMBI/ZAKI MUBARAK 

BANDA ACEH - Saat ini proses sidang sengketa pilkada Aceh masih berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK). Tahapan ini dinilai menjadi tahapan paling krusial. Karena itu, semua pihak wajib mengawal proses sidang di MK dalam rangka meminimalisir terjadinya bentuk intervensi yang dilakukan pihak tertentu untuk mempengaruhi hasil persidangan.

Demikian dikatakan Aryos Nivada, Peneliti pada Jaringan Survey Inisiatif, kepada Serambi, Jumat (17/3). “Ini penting dilakukan agar tidak mengulangi presiden buruk terhadap proses persidangan di MK seperti kasus-kasusyang pernah terjadi dahulu. Terlebih dengan adanya kasus hakim MK (Patrialis Akbar) tertangkap tangan oleh KPK beberapa waktu lalu, membuat publik menilai MK rentan di intervensi “ katanya.

Aryos juga mengingatkan semua pihak agar legowo dan berbesar hati terhadap apapun keputusan MK dikemudian hari. “Diharapkan kepada semua pihak legowo dan berbesar hati terhadap apapun hasil keputusan MK. Apabila hasil penyelesaian sengketa nantinya tidak memuaskan salah satu pihak. Jangan ada ekspresi tidak puas yang dilakukan dengan cara kontraproduktif dan bertentangan dengan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta kepada pihak-pihak tertentu yang berniat ‘bermain’ dengan maksud untuk menguntungkan pihak tertentu dalam kasus sengketa pilkada, agar menghentikan niat tersebut, terutama bagi penyelenggara.

“Jangan ada niat dan tindakan yang ingin mempengaruhi keputusan hakim MK. Situasi saat ini berbeda di zaman Akil Mochtar (mantan ketua MK yang tertangkap tangan oleh KPK pada 2013). Tidak mudah mengintervensi hakim karena semua mata sekarang tertuju di Mahkamah Konstitusi,” demikian kata Aryos.(mas)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help