SerambiIndonesia/

BWS Sumatera I Susur Krueng Aceh

Puluhan pegawai Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera-I, menyusuri Krueng Aceh, mulai dari dermaga Pango

BWS Sumatera I Susur Krueng Aceh
Pegawai Balai Wilayah Sungai Sumatera I bersama mahasiswa, pegiat LSM, dan unsur terkait menyusuri sungai Krueng Aceh menggunakan boat Basarnas Aceh untuk melihat kondisi air dan bantaran Krueng Aceh dalam rangka peringatan Hari Air Dunia ke-XXV, Sabtu (18/3). SERAMBI/BUDI FATRIA 

BANDA ACEH - Puluhan pegawai Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera-I, menyusuri Krueng Aceh, mulai dari dermaga Pango sampai dermaga Keudah, Banda Aceh, Sabtu (18/3) pagi.

Kegiatan susur sungai Krueng Aceh menggunakan sejumlah boat Basarnas Aceh tersebut bertujuan melihat kondisi air Krueng Aceh dari segi kualitas serta pemanfaatannya sebagai sumber kebutuhan air bagi masyarakat Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Hal itu disampaikan Kepala BWS Sumatera I, Ir T Maksal Saputra MT, sebelum mengikuti kegiatan susur Krueng Aceh dengan rombongan yang dimulai dari dermaga Pango, hingga ke dermaga Keudah, Banda Aceh, dalam rangka Memperingatan Hari Air Dunia ke-XXV. “Hari ini, kami bersama mahasiswa, unsur terkait, LSM, serta stakeholder lainnya ingin melihat lebih dekat kondisi air yang mengalir di Krueng Aceh. Kepala BWS Sumatera I mengungkapkan, bagaimana pun Krueng Aceh merupakan sumber air yang vital bagi masyarakat Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Harapannya, dengan susur sungai Krueng Aceh itu akan ada masukan dan berbagai pandangan terhadap hal-hal yang memerlukan perbaikan-perbaikan.

Selain susur Krueng Aceh dari dermaga Pango sampai ke dermaga Keudah, rombongan juga mengunjungi lokasi proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan jaringan air limbah Kota Banda Aceh, di Gampong Jawa.

Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), Ir Jalaluddin MT mengharapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera-I, dapat mendukung Program Water Front City (program wisata air) untuk Kota Banda Aceh. “Kami sangat berkeinginan menjadi Kota Banda Aceh water front city dengan keberadaan Krueng Aceh sebagai salah satu potensi di kota ini,” sebutnya.

Sebelumnya kata Jalaluddin, Kota Banda Aceh telah pernah melakukan MoU dengan Kementerian PUPR serta Ditjen Sumber Daya Air terkait penataan kembali Krueng Aceh menjadi water front city.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help