Kawanan Gajah Rusak Tanaman Padi Siap Panen

Kawanan gajah liar kembali mengamuk dan mengobrak-abrik ratusan hektare tanaman padi siap panen di Gampong Dijiem

Kawanan Gajah Rusak Tanaman Padi Siap Panen
KAWANAN gajah liar merusak tanaman padi di kawasan Gle Barat, perbatasan Kecamatan Mila dan Cot Seutui Keumala Dalam, Kecamatan Keumala, Pidie, Sabtu (18/3). 

SIGLI - Kawanan gajah liar kembali mengamuk dan mengobrak-abrik ratusan hektare tanaman padi siap panen di Gampong Dijiem, Kecamatan Keumala, Pidie sejak dua hari terakhir. Belum ada upaya penanggulangan meski gangguan dilaporkan makin meluas.

Keuchik Gampong Dijiem, Puteh, kepada Serambi, Sabtu (18/3) mengatakan, kawanan gajah liar berjumlah 17 ekor tersebut sudah sejak dua hari terakhir berkeliaran di kawasan Gle Barat masuk Gampong Dijiem dari arah Mila. Kawasan tersebut merupakan perbatasan Kecamatan Mila dengan Keumala. 

Menurut Puteh, satwa dilindungi itu menghancurkan tanaman padi menyebabkan petani rugi besar. Tanaman padi siap panen yang hancur diobrak-abrik gajah liar masing-masing tercatat milik Idris Abdullah, Amiruddin, Aiyub Jalil, Puteh Ahmad, M Adam, Bukhari, Nurdin, M Jamili, Marzuki, Abdurrahman Idi, T Rusli, Lukman, Abdullah, Nurdin Ibrahim, Taufik, Sufyan, Syahrial, Idris Kadus, Sabirin, Zurkarnaini, M Jamil Kaoi, Anwar, Salihin, Sayed Yunus, Bakhtiar Paloh, dan Syamaun Rheng.

“Kami belum menghitung jumlah kerugian dan luas keseluruhan tanaman padi yang dirusak gajah liar tersebut. Selain tanaman padi juga tanaman produktif lainnya hancur,” kata Keuchik Puteh.

Gangguan gajah liar di kawasan Keumala maupun Mila belum ada penanganan dari Pemkab Pidie maupun provinsi. Padahal, kasus serupa sudah terjadi berulang kali.

Petani berharap kepada pemerintah agar membantu dana untuk melunasi harga pupuk. Karena petani di Gampong Dijien tidak bisa bangkit lagi untuk membayar biaya pupuk yang masih terutang karena tanaman padi rusak. “Biasanya petani membayar biaya pupuk dari hasil panen. Tapi, panen kali ini tidak berhasil karena gangguan gajah,” demikian Keuchik Dijiem.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help