SerambiIndonesia/

Pemburu Buru Babi di Bandar

Warga Pondok Gajah, Kecamatan Bandar, Bener Meriah ikut memburu babi yang telah melukai seorang

Pemburu Buru Babi di Bandar
Warga menyiagakan puluhan anjing guna memburu hama babi yang selama ini meresahkan masyarakat di kawasan pedalaman Aceh Barat di Gampong Paya Baro, Kecamatan Woyla Timur, Minggu (14/3) siang. Banyaknya hama babi menyebabkan hasil panen padi dan kebun milik masyarakat di kawasan ini rusak dan nyaris gagal untuk dipanen 

* 30 Ekor Ditombak Mati

 REDELONG - Warga Pondok Gajah, Kecamatan Bandar, Bener Meriah ikut memburu babi yang telah melukai seorang petani. Para pemburu bersama anggota Pemuda Pancasila (PP) Bener Meriah berhasil membantai 30 ekor babi dalam perburuan Sabtu (19/3) dengan alat berburu tradisional, tombak.

Populasi babi yang berkembang dengan pesat di wilayah petani telah meresahkan warga, selain merusak tanaman, juga menyeruduk warga yang melintas, sehingga menimbulkan korban. “Kami melakukan perburuan babi selama tiga jam dengan hasil 30 ekor babi berhasil dibunuh dengan tombak,’ kata Alfin, salah seorang pemburu.

Disebutkan, aksi perburuan dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB dengan menyebar para anggota pemburu. Dia menyatakan para petani terus diresahkan dengan hama babi dan aksi ini sebagai bentuk kepedulian pihaknya terhadap petani, yang sebagian menanam tanaman sayur-sayuran dan sejenisnya.

Dia menyatakan kawanan babi yang kerap berada di area perkebunan warga sempat menyerang seorang petani, sehingga mengalami luka-luka. “Salah seorang petani bernama Sudarman digigit kawanan babi dan atas dasar itu, kami para anggota Pemuda Pancasila (PP) bekerjasama dengan pemburu daerah ini sepakat memburu babi,” kata Alfin.

Sedangkan ketua tim pemburu, Iwan Bauk mengatakan kawanan babi sering masuk ke perkambungan padat penduduk, bahkan pekarangan rumah warga di seputaran Kecamatan Bandar. “Banyak warga yang merasa resah, karena  babi ini, selain merusak tanaman, juga masuk ke pekarangan rumah warga. Sehingga warga merasa ketakutan untuk melakukan aktivitas di luar rumah,” ujar Iwan Bauk.

Iwan berharap, Pemkab Bener Meriah bersama pihak terkait harus memberi perhatian khusus terhadap persoalan babi yang telah meresahkan warga Kecamatan Bandar. “Kami menilai, perhatian pemerintah terhadap babi minim, bahkan belum ada sama sekali,” ujarnya.

Disebutkan, sebanyak 15 pemburu bersama anggota Pemuda Pancasila (PP)  melakukan pemburuan dengan menggunakan 15 ekor anjing. Keseluruhan hama babi yang berjumlah 30 ekor itu, kemudian dimusnahkan dengan dikubur dalam tanah. (c51)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help