SerambiIndonesia/

Penetapan Ketua Golkar Langsa Dianggap Langgar AD/ART

Sejumlah tokoh senior Partai Golkar Langsa menganggap bahwa hasil Musyawarah Daerah (Musda) III

Penetapan Ketua Golkar Langsa Dianggap Langgar AD/ART

LANGSA - Sejumlah tokoh senior Partai Golkar Langsa menganggap bahwa hasil Musyawarah Daerah (Musda) III yang menetapkan Ilham Pangestu sebagai Ketua DPD II Golkar Langsa, adalah pelanggaran terhadap anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), serta mengangangkangi Undang Undang Nomor 2 Tahun 2011.

Penilaian tersebut antara lain disampaikan oleh mantan Ketua Golkar Langsa tahun 2002, H Rusli Nyak’an, mantan Ketua AMPI tahun 1987 juga Dewan Penasehat DPD I Partai Golkar Aceh dan Kosgoro Provinsi Aceh era 2000 hingga sekarang, H Zainal Abidin, dan Dewan Penasehat Golkar, H Syahrul Amri. Mereka secara khusus menggelar konfrensi pers di Aula Kampus Cut Nyak Dhien, Jumat (17/3).

H Rusli menyebutkan, di dalam AD/ART partai pasal 12 ayat 1, syarat menjadi pengurus partai adalah; aktif menjadi anggota sekurang-kurangnya lima tahun dan memiliki prestasi, dedikasi, displin, loyalitas, dan tidak tercela. Begitu juga pada pasal 12 Nomor 5, dimana disebutkan syarat menjadi Ketua DPD Provinsi dan DPD kab/kota antara lain haruslah menjadi pengurus sebagai ketentuan pada ayat 1 tersebut, dan aktif menjadi pengurus sekurang-kurangnya satu periode pada tingkatannya.

Sedangkan dalam UU RI Nomor 2 Tahun 2011 tentang perubahan atas UU Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, dalam Pasal 29 (1a) rekrutment sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilaksanakan melalui seleksi kaderisasi secara demokratis sesuai dengan AD dan ART.

Menurut Rusli, seharusnya ini menjadi pedoman sebuah partai. Oleh karena itu pihaknya mengaku sangat kecewa terhadap apa yang terjadi pada DPD II Partai Golkar Kota Langsa. “Kami berharap kepada DPP Partai Golkar agar dapat membuka kembali AD/ART, dan mohon kiranya aturan untuk ditegakan. Apabila ini tidak dilakukan, maka akan menjadi preseden buruk buat DPD II Partai Golkar yang lainnya ke depan,” ujarnya.

Sementara H Zainal Abidin mengatakan, seorang ketua seyogyanya datang dari partai itu sendiri, dan memiliki kematangan dalam sebuah organisasi. “Atas apa yang terjadi di Partai Golkar Langsa sekarang, saya mengharapkan adanya kelembutan hati dari DPD I dan DPP Partai Golkar untuk bisa kembali kepada kaidah AD/ART yang sudah ada,” harapnya.

“Kami sebagai orang yang dituakan dalam Golkar, berharap DPD I dan DPP Partai Golkar meninjau kembali penetapan Ilham Pangestu sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Langsa, karena dalam menentukan pucuk pimpinan suatu lembaga sangat dipentingkan menajemen yang benar,” timpal H Syahrul Amri.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help