SerambiIndonesia/

Banjir Rob Landa Gampong Jumeurang

Sedikitnya 20 rumah warga yang berada di sepanjang bibir pantai kawasan Gampong Jumeurang, Kecamatan Kembang

Banjir Rob Landa Gampong Jumeurang

SIGLI - Sedikitnya 20 rumah warga yang berada di sepanjang bibir pantai kawasan Gampong Jumeurang, Kecamatan Kembang Tanjung, Pidie, dilanda banjir rob, akibat naiknya air laut saat pasang purnama, dalam dua hari terakhir. Ketinggian air di permukiman nelayan ini rata-rata mencapai 10 Cm.

Selain menggenangi puluhan rumah, belasan warung kopi juga tergenang, sehingga sejumlah pedagang kehilangan mata pencarian karena harus menutup warungnya.

Keuchik Gampong Jumeurang, Tgk M Husen Abu, Minggu (19/3) mengungkapkan banjir akibat pasang purnama ini semakin parah dalam dua tahun terakhir. “Dua tahun lalu rumah saya berjarak 10 meter dari garis pantai, dan kini hanya terpaut lima meter lagi akibat abrasi. Setiap pasang purnama, air laut masuk ke permukiman dan menggenangi rumah kami,” katanya.

Menurutnya, setiap bulan saat terjadi pasang purnama, keluarga yang rumahnya dekat dengan pantai terpaksa mengungsi ke meunasah atau rumah tetangga yang jauh dari pantai. Karena banjir biasanya terjadi saat malam menjelang subuh.

Ia mengatakan, banjir rob ini akibat abrasi yang menelan daratan rata-rata tiga meter per tahun. Rumah warga yang dulunya tidak pernah tergenang air laut, kini menjadi langganan banjir. Bahkan akibat abrasi yang mengganas, telah merobohkan dinding sebagian rumah warga yang kini berjarak hanya beberapa meter saja dari pantai. “Puluhan rumah penduduk yang berada di sepanjang bibir pantai juga terancam bakal ambruk jika potensi bencana ini tak segera ditanggulangi pemerintah,” ujarnya.

Tgk Husen Abu mengaku, tahun 2016 lalu pihaknya telah mengusul pembangunan tanggul pemecah ombak (breakwater) guna meredam abrasi yagn diharapkan dapat menyelamatkan rumah penduduk.

Namun usul itu belum direspons dan tahun ini kami usulkan kembali melalui Musrenbang Kecamatan. “Kami berharap usulan ini dijadikan prioritas karena sifatnya sudah sangat mendesak,” ujarnya.

Asisten II Setdakab Pidie, H Maddan SE MSi yang ditanyai Serambi, mengaku usulan warga dalam Musrenbang tahun lalu tetap ditampung. Namun mungkin belum dinilai mendesak, sehingga tak masuk prioritas.

Ia mengakui, pembangunan tanggul pemecah ombak tersebut kini sudah mendesak bagi warga Gampong Jumeurang. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan Bappeda setempat agar usulan ini ditampung dalam program pembangunan tahun 2018 mendatang.

“Kami harap kesabaran warga. Saya akan upayakan usulan ini masuk dalam Musrenbang tingkat Kabupaten, untuk bisa dibangun segera,” pungkasnya.(aya)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help