SerambiIndonesia/

Bertandang ke Rumah Presiden Duterte

JARUM jam menunjukkan pukul 23.45 waktu Filipina. Kota Davao di Pulau Mindanao, sudah mulai sunyi senyap

Bertandang ke Rumah Presiden Duterte
CIELITO ‘Honeylet’ Salvador Avancena (kiri), Ibu Negara Filipina sekaligus istri dari Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, berbincang dengan jurnalis Tribunnews, di kediaman pribadi Duterte, di Davao City, Mindanao, Filipina, Kamis (16/3) malam. 

JARUM jam menunjukkan pukul 23.45 waktu Filipina. Kota Davao di Pulau Mindanao, sudah mulai sunyi senyap. Warga sudah banyak yang terlelap, jalanan pun sunyi dari hingar bingar, hanya ada beberapa kendaraan roda empat lalu lalang membelah aspal.

Kedai-kedai kopi di pinggir jalan pun sudah banyak yang tutup. Namun, Tribun yang berkesempatan pergi ke Filipina ditemani seorang jurnalis senior wanita dari Davao, Filipina, bernama Edith Z Caduaya, diberikan kesempatan untuk bertandang ke rumah pribadi Presiden Filipina, Rodrigo Duterte malam itu.

“Saya sudah dapat izin dari pemilik rumah, saya sampaikan jurnalis dari Tribun ingin bertandang,” ujar Edith sambil mengetik pesan di ponselnya.

Menaiki mobil van pabrikan Jepang, awak Tribun yang terdiri atas empat orang mengaspal di sebuah jalan dua lajur, menuju ke kediaman mantan Wali Kota Davao tersebut. “Nama jalan ini adalah Dona Luisa Village Sub Division,” ujar Edith menginformasikan kepada para jurnalis dari Tribun.

Di muka jalan, rombongan diberhentikan di depan pos penjagaan, salah satu penjaga yang mengenakan topi bertuliskan SWAT menghampiri mobil yang kami tumpangi. Edith berbicara dengan penjaga itu dalam bahasa Filipina dialek Mindanao. Tak lama, Edith mengabarkan bahwa kami bisa melintas. “Karena saya bilang kalian jurnalis dari Indonesia ingin bertemu,” ujarnya.

Van yang membawa kami menyusuri jalan tersebut hingga sampai di pos penjagaan kedua yang berjarak sekitar 500 meter dari pos pertama. Pos kedua ini hanya berupa tenda berwarna biru dengan poster Duterte berukuran raksasa di dalamnya, dikawal oleh dua penjaga berbadan besar. Satu penjaga berkepala plontos dan mengenakan baju seragam berwarna loreng hijau, sementara satu lainnya mengenakan seragam seperti petugas satuan pengamanan.

Berbeda dengan di pos pertama, di pos kedua ini kami diminta turun dan harus mengisi buku tamu yang ada di meja di dalam tenda. “Maaf, kali ini kalian harus turun, karena bagian dari prosedur keamanan menuju kediaman presiden,” tutur Edith kepada rombongan.

Usai pemeriksaan, mobil van dengan rombongan di dalamnya lalu mengambil jalan sebelah kanan dari pos kedua yang berada di pertigaan jalan. Kurang lebih 300 meter dari pertigaan itu, nah di sanalah letak rumah presiden yang sedang gencar memerangi bandar narkoba tersebut.

Rumah Rodrigo Duterte yang berada di pojok sebelah kiri, membentuk huruf L dengan menyatukan tiga kapling tanah. Sebuah mobil MVP berwarna perak terparkir di bagian rumah yang menghadap jalan.

Pandangan kemudian tertuju ke arah rumah berlantai yang dipenuhi tumbuh-tumbuhan, baik yang berada di pot maupun yang merambat di pagar. Yang unik, di depan pagar rumah, terdapat sosok patung Duterte yang terbuat dari papan dan memiliki ukuran setinggi manusia dewasa.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help