Kisah Misi 100 Menit Pilot Pembelot Bawa Pergi Keluarganya dari Kuba

Pembelotan Perez terjadi pada 20 Maret 1991 ketika sebuah pesawat jet MiG-23BN milik AU Kuba

Kisah Misi 100 Menit Pilot Pembelot Bawa Pergi Keluarganya dari Kuba
20thcenturyaviationmagazine.com
Mayor Orestes Lorenzo Perez, pilot AU Kuba. 

Sayangnya semua upaya itu gagal meluluhkan hati pemerintah Kuba. Alhasil, Perez kemudian berencana menjemput keluarganya meski risikonya sangat besar.

Dia sempat berpikir untuk menggunakan helikopter yang akan didaratkannya di dekat kediaman istrinya di Havana. Namun, akhirnya rencana itu dibatalkan karena ongkosnya terlalu mahal.

Masalah yang dihadapi Perez ini kemudian sampai ke telinga Elena Diaz-Versin Amos, seorang janda kaya kelahiran Kuba.

Mendengar kisah Perez itu, dia kemudian menyumbangkan uang tunai 30.000 dolar AS atau sekarang setara dengan Rp 400 juta ke Yayasan Valladares.

Uang itu kemudian digunakan untuk membeli pesawat Cessna bermesin ganda produksi 1961 yang akan digunakan Perez menjempun anak dan istrinya.

Direktur eksekutif Yayasan Valladares Kristina Arriaga mengatakan, meski berpengalaman menjadi pilot pesawat jet, Perez tetap harus berlatih menggunakan pesawat sipil itu.

Dia melakukan uji terbang di Georgia, sebelum terbang bersama seorang kopilot ke Marathon Key, 160 kilometer sebelah barat daya Miami.

Sebelum terbang, Perez seorang pembawa pesan dari Meksiko ke Kuba. Dia membawa surat untuk sang istri agar dia menyewa sebuah mobil dan membawa kedua putra mereka ke sebuah lokasi.

Lokasi penjemputan yang dipilih adalah sebuah jembatan terkenal di dekat ruas jalan pesisir timur Kuba di provinsi Matanzas.

Misi 100 menit

Halaman
123
Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help