SerambiIndonesia/

Ombudsman Nilai Rekrutmen RSUZA Objektif

Ombudsman Aceh menilai penerimaan (rekrutmen) tenaga kontrak tahun 2017, di Rumah Sakit Umum Daerah

Ombudsman Nilai Rekrutmen RSUZA Objektif

* Panitia Melakukan Diskresi

BANDA ACEH - Ombudsman Aceh menilai penerimaan (rekrutmen) tenaga kontrak tahun 2017, di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) berjalan secara objektif. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin Husein MH, kepada Serambi, Sabtu (18/3) mengatakan, pihaknya tidak menemukan kecurangan dalam proses rekrutmen tersebut.

Menurut Taqwaddin, pihaknya telah memeriksa seluruh dokumen rekrutmen dan mewawancarai Direktur RSUDZA beberapa waktu lalu. Hasilnya, proses yang dimulai dari tahap seleksi berkas, computer assisted test (CAT), wawancara dan psikotes, serta tes kemampuan bidang telah sesuai prosedur.

“Kami memang belum boleh menyimpulkan, sebab harus menunggu hasil pemeriksaan dari Polda dan Inspektorat. Namun sejauh ini tidak ditemukan kecurangan,” kata Taqwaddin, dan menjamin bahwa RSUZA tidak melakukan kecurangan berupa korupsi, kolusi, maupun nepotisme (KKN) dalam rekrutmen itu.

Menurutnya, mekanisme pengujian dan penilaian dilakukan secara objektif oleh Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), serta diawasi Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Yang menguji ini adalah pihak yang terpisah dari RS Direktur RSUZA juga menyatakan siap menindak jika ada yang curang,” jelasnya.

Namun demikian, Taqwaddin mengaku bahwa manajemen RSUZA telah melakukan diskresi, yaitu menerbitkan kebijakan sendiri pada situasi tertentu. Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi tenaga bakti RSUZA yang sudah berpengalaman. “Diskresi ini sah-sah saja, sebab tenaga bakti juga menjalani tes seperti yang lainnya. Direktur melakukan itu atas pertimbangan kemanusiaan,” ujar dia.

Selain itu, manajemen RS dan panitia tes juga menurunkan range nilai kompetensi peserta psikotes, agar dapat mengakomodasi tenaga bakti rumah sakit. “Manajemen RS memberi kesempatan kepada tenaga bakti untuk ikut ke tahap selanjutnya. Namun tetap berdasarkan kemampuan mereka,” kata Taqwaddin.

Sementara itu, Direktur RSUDZA, dr Fachrul Jamal SpAn KIC saat dikonfirmasi kemarin mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kewenangan memeriksa data rekrutmen kepada Ombudsman dan Polda Aceh. Karena itu, semua pihak diminta untuk menunggu hasil pemeriksan kedua lembaga yang cukup berwenang itu.

“Sekarang masih dalam pemeriksaan kedua lembaga itu, kita tunggu saja keluar hasilnya,” tukas dr Fachrul.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help