SerambiIndonesia/

SMUR: Selesaikan Konflik Tanah

Sejumah aktivis mahasiswa Solidaritas mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) Aceh Barat, Sabtu (18/3) menggelar unjuk

SMUR: Selesaikan Konflik Tanah
Sejumah aktivis dari Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) Aceh Barat, Sabtu (18/3) siang menggelar aksi domontarsi di Tugu Pelor Meulaboh guna mendesak pemerintah Aceh segera menyelesaikan konflik agraria yang selama ini terjadi di beberapa daerah di Aceh. 

MEULABOH - Sejumah aktivis mahasiswa Solidaritas mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) Aceh Barat, Sabtu (18/3) menggelar unjuk rasa mendesak Pemerintah Aceh segera menyelesaikan konflik agraria (pertanahan) yang selama ini terjadi di beberapa daerah di Aceh.

Pada aksi yang berlangsung di Tugu Pelor Meulaboh tersebut, mahasiswa berorasi dan mengusung sejumlah spanduk dan karton yang memuat sejumlah tuntutan di bawah pengawalan ketat dari aparat keamanan. Ketua SMUR Aceh Barat Ali Usman mengatakan konflik agraria yang selama ini terjadi di sejumah daerah di Aceh seperti Nagan Raya, Aceh Barat Daya, serta sejumlah wilayah lainnya hingga saat ini masih terus terjadi.

“Jika kita cermati, konflik agraria yang terjadi di Aceh tidak kunjung diselesaikan. Tidak jarang masyarakat petani yang dituduh serobot lahan, pembakaran lahan, dan diseret dalam penjara” ujar Ali.

Padahal, kata Ali, saat ini masih ada perusahaan yang berdiri di atas lahan gambut yang seharusnya dilindungi oleh pemerintah untuk menjaga ekosistem dan kelestarian alam. “Dimana pemerintah selama ini. Tanah yang seharusnya untuk kemakmuran rakyat, telah dikuasai dalam HGU perusahaan. MoU perdamaian Aceh telah berlangsung 12 tahun lalu. Namun perdamaian untuk kesejahteraan hidup, masyarakat Aceh sejak puluhan tahun solusinya belum jelas,” kata Ali.

Mahasiswa meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap konflik agraria yang dialami oleh rakyat. “Hari ini kami menyampaikan aspirasi bahwa banyak masalah yang dialami rakyat dari tahun ke tahun belum ada penyelesaian,” ungkapnya.(edi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help