SerambiIndonesia/

12 Pelanggar Syariat Dicambuk

Sebanyak 12 pelanggar syariat Islam di Banda Aceh menjalani hukuman cambuk di Masjid Mukminin Gampong

12 Pelanggar Syariat Dicambuk
Petugas menanyakan kesiapan terdakwa untuk eksekusi hukuman cambuk di halaman Masjid Mukminin Gampong Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin (20/03). Eksekusi itu dilakukan terhadap 12 orang pelanggar Qanur syariat islam, tentang Maisir dan Ikhtilat. PROHABA/HARI MAHARDHIKA 

BANDA ACEH - Sebanyak 12 pelanggar syariat Islam di Banda Aceh menjalani hukuman cambuk di Masjid Mukminin Gampong Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin (20/3). Ke-12 pelanggar qanun jinayah itu terdiri atas 8 orang pelaku ikhtilat (bermesraan) dan empat orang pelaku maisir (judi).

Seperti biasa, prosesi ini juga jadi tontonan bagi ratusan masyarakat sekitar, mereka yang hadir tampak antusias ketika menyaksikan satu persatu terdakwa dicambuk di atas panggung di halaman masjid tesebut.

Adapun pelaku maisir yang cambuk ES (34), JHTP (26), MAH (31), dan RH (28). Keempat terpidana ini dijatuhi hukuman cambuk sebanyak tujuh kali, setelah dikurangi masa tahanan. Sementara itu, delapan terpidana ikhtilat adalah, Mn (30), Mr (45), MK (24), CA (20), MF (23), SZ (22), Il (21), dan Nr (43). Kedelepan mereka dijatuhi hukuman 17 hingga 25 kali, setelah dikurangai masa tahanan.

Amatan Serambi, prosesi cambuk kemarin berjalan lancar tanpa ada kendala apapun. Para terpidana pun menjalani hukuman sebagaimana telah diputuskan, mereka juga dinyatakan sehat dan boleh menjalani eksekusi cambuk tersebut. Para algojo yang mengeksekusi terpidana, melaksanakan tugasnya dengan baik, tak ada satu pun terpidana yang melawan. Hanya saja, para terpidana perempuan sempat meneteskan air mata dan merintih kesakitan saat algojo berkali-kali menghenduskan rotan ke tubuh mereka.

Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, Yusnardi mengatakan, para terpidana tersebut dinyatakan melanggar syariat Islam setelah terbukti karena ditangkap masyarakat beberapa waktu lalu. Setelah itu, mereka diserahkan kepada Satpol PP dan WH Banda Aceh untuk ditindaklanjuti sesuai dengan Qanun Jinayah.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help