SerambiIndonesia/

1.400 Personel BKO Ditarik

Lebih kurang sekitar 1.400 pasukan Brimob BKO yang diperbantukan Mabes Polri mulai ditarik

1.400 Personel BKO Ditarik
Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Bambang Soetjahyo mengecek pasukan dalam apel pelepasan personel Brimob BKO di lapangan Mapolda Aceh, Senin (20/3) 

BANDA ACEH - Lebih kurang sekitar 1.400 pasukan Brimob BKO yang diperbantukan Mabes Polri mulai ditarik dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Mereka dipulangkan ke daerah asal seiring berakhirnya tugas mengawal tahapan Pilkada Aceh. Upacara penglepasan pasukan Brimob BKO ini dipimpin oleh Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Bambang Soetjahyo, di lapangan Mapolda Aceh, Senin (20/3).

“Hari ini sekitar 1.400 personel yang kita tarik, sisanya sekitar 450 anggota Brimob dari Polda Sumut masih berada di Aceh dan membantu kita untuk tetap mengawal kondisi keamanan. Itu atas perintah Kapolri untuk membantu kita di Aceh,” kata Brigjen Pol Bambang Soetjahyo saat diwawancarai usai memimpin apel tersebut.

Ditanya kapan mereka akan ditarik semua dari Aceh, Bambang Soetjahyo belum bisa memastikan. Ia mengatakan, Mabes Polri bersama Polda Aceh akan melihat kondisi atau pun situasi keamanan di Aceh pascapilkada.

Menurutnya, meski pilkada sudah berakhir, namun masih ada tahapan yang harus terus dikawal di daerah-daerah rawan. “Ditarik (semua) kalau tahapan sudah selesai, mungkin bisa jadi setelah penetapan nanti, akan kita lihat perkembangan situasi,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam amanat, Brigjen Pol Bambang Soetjahyo mengatakan, kehadiran personel BKO tambahan dari Mabes Polri sangat membantu tugas-tugas pihak penyelenggara pilkada di Aceh, terutama dalam menjaga dan mengamankan berbagai objek vital termasuk kantor KIP di seluruh Aceh. “Mereka juga mengamankan logistik pilkada serta para komisioner KIP,” sebutnya.

Wakapolda mengatakan, dalam pelaksanaan tugas, pasukan Brimob BKO yang didatangkan ke Aceh itu juga telah menunjukkan profesionalismenya dan bersikap netral dalam mengawal semua tahapan Pilkada 2017. Ia juga menyebutkan, para personel mampu menyesuaikan diri dengan adat istiadat dan menjunjung tinggi kearifan lokal.

“Alhamdulillah semuanya bersikap simpatik dan tidak arogan, sehingga kehadirannya mendapat sambutan hangat dari semua kalangan masyarakat,” kata Bambang.

Dalam amanatnya tersebut, atas nama Polda Aceh, Brigjen Pol Bambang mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada seluruh personel yang telah melakukan pengabdian kepada masyarakat Aceh, karena telah mengawal semua tahapan pilkada. “Jaga soliditas dan nama baik Polri, khususnya Brimob. Sampaikan salam hormat kepada keluarga dan ucapan terimakasih kepada Dankorps Brimob dan para kapolda yang telah memberikan bantuan penugasan personel,” sebut Bambang.

Untuk diketahui, Polda Aceh menerima tambahan pasukan untuk pengamanan pilkada sebanyak 1.900 personel, mereka didatangkan dari sejumlah Polda lain di Indonesia. Semua personel tersebut tiba di Aceh pada Sabtu 21 Januari lalu, mereka kemudian menjalankan tugas hingga 20 Maret kemarin, atau sekitar 59 hari. Semua personel dikerahkan ke 23 kabupaten/kota dalam mengamankan tahapan pilkada.

Kehadiran ribuan pasukan BKO ke Aceh telah mempertebal kekuatan personel organik untuk mengantisipasi kerawanan yang terjadi selama berlangsungnya pilkada di masing-masing kabupaten/kota. Secara umum, kata Wakapolda, penyelenggaraan Pilkada 2017 berjalan aman, tertib, dan damai sesuai dengan harapan.

Namun, ia tak memungkiri situasi kamtibmas pascapilkada sedikit terusik dengan terjadinya beberapa kasus pidana. Di antaranya penembakan di kawasan Peunaron, Aceh Timur yang mengakibatkan jatuhnya dua korban, serta teror menggunakan senjata api terhadap posko pemenangan salah satu calon bupati di Kabupaten Pidie.

“Kejadian tersebut bisa kita katakan bernuansa politik dikarenakan kejadiannya masih dalam suasana pascapilkada. Saat ini kita sedang bekerja keras untuk mengungkap kejadian tersebut hingga tuntas, demi terpeliharanya situasi kamtibmas yang kondusif di Aceh,” pungkas Kombes Pol Bambang Soetjahyo.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help