Berstatus Turis WNA Ini Malah Jualan

Warga negara asing (WNA) bernama Hong Junzhong (54) asal Guandong, China, diamankan polisi

Berstatus Turis WNA Ini Malah Jualan
HONG Junzhong (54) warga negara asing (WNA) asal Guandong, Cina, diamankan aparat Polres Aceh Timur, Senin (20/3), karena diduga melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Ia ditangkap saat sedang berjualan pakaian di Kecamatan Ranto Peureulak, sementara ia hanya memegang visa berkunjung sebagai wisatawan. 

* Di Ranto Peureulak

IDI - Warga negara asing (WNA) bernama Hong Junzhong (54) asal Guandong, China, diamankan polisi pada Senin (20/3) siang sedang berjualan pakaian menggunakan mobil Kijang Innova BK 161 S, di Gampong Kliet, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Hong Junzhong diamankan karena ia masuk ke Indonesia menggunakan visa berkunjung (turis) dan bukan visa untuk bekerja di Indonesia.

Penangkapan WNA ini berawal saat warga setempat, Rommy (31) yang ditawari pakaian oleh Hong Junzhong curiga karena logat bahasa Indonesia Hong Junzhong kurang fasih. Ia pun kemudian menghubungi petugas Polres Aceh Timur.

Petugas Opsnal Polres Aceh Timur yang mendapat informasi tersebut langsung menuju lokasi dan mengamankan Hong Junzhong dan memeriksa dokumen yang dimilikinya. Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto mengatakan, setelah diperiksa ternyata visa yang digunakan Hong Junzhong adalah visa kunjungan yang tidak boleh digunakan untuk bekerja seperti berjualan.

“WNA ini melanggar UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Karena visa kunjungan tidak boleh digunakan untuk berjualan,” ungkap Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, Senin (20/3) malam.

Dari Hong Junzhong ternyata memegang paspor dari Kedutaan China yang masih berlaku. Barang dagangannya berupa baju, kaos, celana, dan jam tangan. Dari barang bukti uang tunai yang disita polisi sebesar Rp 9.933.000, menunjukkan bahwa dagangannya laris manis dan sudah mengais rezeki cukup banyak dari aktivitasnya itu.

Terkait penyalahgunaan visa tersebut, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi setempat. Sedangkan terkait barang dagangan yang diduga dari luar negeri itu (barang impor), akan ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polres Aceh Timur untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur pidana daalam proses memasukkan barang yang dijualnya itu ke wilayah hukum Indonesia.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help