SerambiIndonesia/

Isu Penculikan Anak, Wanita Stres Kembali Ditangkap

Setelah diperiksa polisi, disimpulkan wanita tersebut gila dan berasal dari Kandang Lhokseumawe. Selanjutnya wanita tersebut diantar kembali ke rumah

Isu Penculikan Anak, Wanita Stres Kembali Ditangkap
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Pengemis Dianggap Penculik ditangkap warga di Abdya. Isu penculikan anak mencuat dalam beberapa pekan terakhir mengakibatkan salah tangkap 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Security Masjid Agung Islamic Cneter Lhokseumawe, Selasa (21/3/2017) siang menangkap seorang wanita yang dicurigai akan melakukan penculikan anak. Meskipun setelah ditangani pihak kepolisian, wanita tersebut sedang mengalami gangguan jiwa.

Berarti ini kejadian ketiga kali yang terjadi dalam wilayah hukum Polres Lhokseumawe, akibat isu penculikan anak, wanita gila jadi korban.

Kejadian pertama terjadi pada Rabu (15/4/2017) di kawasan Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Di mana warga menangkap seorang wanita yang membawa pisau, gunting dan sejumlah benda tajam lainnya.

Setelah diperiksa polisi, disimpulkan wanita tersebut gila dan berasal dari Kandang Lhokseumawe. Selanjutnya wanita tersebut diantar kembali ke rumah orang tuanya.

Kejadian kedua, Senin (20/3/2017) warga menangkap wanita gila di kawasan Pintu Makmu, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara yang juga dicurigai sebagai penculik anak. Namun setelah diperiksa ahli jiwa, disimpulkan wanita tersebut gila. Sehingga pihak kepolisian menyerahkan ke Dinas Sosial Aceh Utara.

Sedangkan kejadian terbaru, informasi dihimpun, wanita separuh baya itu sudah berada di halaman Masjid Agung Islamic Center sejak pukul 10.00 WIB. Dia berkeliling sehingga mengundang kecurigan security.

“Satu jam setengah kemudian, security masih melihat wanita tersebut terus memutar seperti memantau anak-anak yang sedang mengaji di masjid. Sehingga langsung ditangkap dan dibawa masuk ke dalam kantor,” ujar Koordinator Umum Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, Muslim.

Saat diperiksa, ditemukan bungkusan rambut palsu dan beberapa lembar fotokopi ijazah. Saat pengurus masjid wanita dan Polwan hendak membuka jilbab dan bajunya di ruang tertutup, wanita tersebut menolak bahkan menjerit histeris.

“Di samping itu, saat ditanya alamatnya, dia mengaku di tinggal di Batam, kadang-kadang di Langsa dan juga sempat mengaku tinggal di Medan,” katanya.

Jadi karena tidak ada kepastian tersebut, wanita itu pun dibawa ke Polsek Banda Sakti. Tidak lama di polsek, dibawa ke Polres Lhokseumawe.

“Dari hasil pemeriksaan lanjutan, di kertas yang dibawanmya ada nomor handpohone kakaknya di Langsa, sehingga langsung kita hubungi. Saat dihubungi kakaknya, baru diketahui kalau wanita tersebut stres akibat cerai suaminya yang tinggal di Batam. Selama ini wanita itu sudah tinggal di Langsa. Jadi kita sudah minta keluarganya di Langsa untuk menjemput ke Lhokseumawe,” pungkas Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Pelaksan Harian Kapolsek Banda Sakti Ipda Zahabi.(bah)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: ariframdan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help