Tafakur

Mewakili Rakyat

Siapa saja yang diserahi oleh Allah untuk mengatur kepentingan kaum muslimin, yang kemudian ia sembunyi

Mewakili Rakyat

Oleh: Jarjani Usman

“Siapa saja yang diserahi oleh Allah untuk mengatur kepentingan kaum muslimin, yang kemudian ia sembunyi dari hajat kepentingan mereka, maka Allah akan menolak hajat kepentingan dan kebutuhannya pada hari kiamat” (HR. Abu Dawud).

Sungguh mulia insan-insan yang mau mewakili rakyat. Apalagi harus mendedikasikan sekian banyak umur, tenaga, kepintaran dan pikirannya untuk orang banyak. Melakukan itu tentu tidak mudah, karena membutuhkan kesabaran yang tinggi, tenaga ekstra, dan kepintaran yang baik, untuk menganalisa dan mengupayakan kebutuhan dan aspirasi rakyat yang sangat beragam. Wajar bila orang-orang demikian disebut orang terhormat dan diberikan fasilitas kerja yang lebih.

Sangat pantas pula bila orang-orang yang bersungguh-sungguh demikian diberikan pahala yang lebih banyak oleh Allah, ketimbang yang diberikan untuk orang-orang biasa dan yang hanya memikirkan diri sendiri dan kalangan sendiri. Memikirkan diri sendiri dan kalangan sendiri tentunya tidak memerlukan pikiran dan kerja ekstra, karena hanya memikirkan kebutuhan beberapa orang saja.

Dengan demikian, menjadi tak wajar bila orang-orang yang diberikan fasilitas lebih, malah mengabaikan rakyat. Seperti wakil rakyat yang hanya memikirkan atau bekerja untuk kepentingan diri sendiri. Lebih tak wajar lagi tentunya bila dalam memikirkan diri sendiri berdampak buruk terhadap paya pemenuhan kebutuhan rakyat. Jika begini, patut dipertanyakan keterwakilannya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help