SerambiIndonesia/

Polisi Tangkap Dua Pelaku Penembakan di Peunaron

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Aceh beserta personel Polres Aceh Timur

Polisi Tangkap Dua Pelaku Penembakan di Peunaron
Misno (40) warga Dusun Simpang Tiga, Gampong Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur saat tiba di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), Banda Aceh, Minggu (5/3). Misno bersama tetangganya Juman (50) menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) Minggu dini hari di rumahnya. SERAMBI/ SUBUR DANI 

BANDA ACEH - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Aceh beserta personel Polres Aceh Timur menciduk dua pelaku penembakan dua warga di Gampong Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur yang terjadi 5 Maret 2017.

Informasi tertangkapnya pelaku penembakan itu diperoleh Serambi dari Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan, Senin (20/3). Goenawan mengirim laporan tertulis terkait penangkapan itu sekira pukul 17.30 WIB, kemarin. Beberapa jam sebelumnya, informasi tertangkapnya pelaku juga disampaikan Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar di Jakarta.

Dalam laporan tertulisnya, Kabid Humas Polda Aceh menulis, kedua pelaku yang diringkus tercatat warga Aceh Timur yaitu AR (31) penduduk Desa Kabu, Kecamatan Peureulak Barat dan MJ (30) penduduk Desa Beurandang, Kecamatan Ranto Peureulak. Keduanya ditangkap, Minggu (19/3).

Seperti diketahui, pada 5 Maret 2017 terjadi insiden penembakan oleh orang tak dikenal di sebuah rumah di Dusun Simpang Tiga, Gampong Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur.

Juman (50) pemilik rumah dan tetangganya Misno (40) menjadi korban dalam insiden tersebut, beruntung keduanya masih selamat meski mengalami luka serius pada bagian leher dan perut.

Kemarin, dalam laporan tertulis itu, Goenawan mengatakan, ada empat orang yang terlibat dalam kasus itu. Selain AR dan MJ, dua lainnya juga berperan sebagai pelaku penembakan adalah C dan Z alias N. Goenawan juga menjelaskan peran masing-masing pelaku. AR adalah perencana dan pengatur penembakan.

Kejadian itu ditengarai ada sangkut-pautnya dengan hasil pilkada di kecamatan tersebut. “Dia (AR) selaku panglima sagoe wilayah Peunaron merasa sakit hati terhadap Juman yang mengejeknya setelah rekapitulasi di TPS, di mana paslon nomor 1 menang di Kecamatan Peunaron,” tulis Goenawan dalam laporan itu.

Akibat ejekan tersebut, AR kemudian melakukan perencanaan penembakan terhadap Juman. Perencanaan dilakukan di sebuah tempat di Pasir Putih, Peureulak yang dihadiri AR, MJ, C, dan Z alias N. “Selanjutnya pada hari Minggu 5 Maret 2017, C dan Z bersama MJ melakukan aksi penembakan terhadap korban Juman sekitar pukul 02.30 WIB,” tulis Goenawan.

Sementata MJ, seorang pelaku yang juga sudah ditangkap, berperan sebagai penunjuk jalan setelah C dan Z mengeksekusi Juman malam itu. Hasil interogasi polisi, MJ mengakui mengikuti rapat perencanaan penembakan Juman.

“Tersangka C dan Z masih dalam pengejaran tim Gabungan Polres Aceh Timur dan Dit Reskrimum Polda Aceh,” demikian Kabid Humas Polda Aceh.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help