SerambiIndonesia/

Puskesmas Tangse Kebanjiran

Sejumlah warga di Kecamatan Tangse, Pidie, batal berobat ke Puskesmas setempat karena halaman hingga ruang

Puskesmas Tangse Kebanjiran

* Warga tak Bisa Berobat

SIGLI - Sejumlah warga di Kecamatan Tangse, Pidie, batal berobat ke Puskesmas setempat karena halaman hingga ruang rawat pasien tergenang air, menyusul hujan turun yang diperparah dengan meluapnya air dari drainase di sekitar fasilitas kesehatan itu. Pantauan Serambi, saluran air di sekitar Puskesmas tidak mampu menampung air dari Bendungan Krueng Meukou. Sehingga air meluap dan menyebabkan banjir genangan yang rawan membawa penyakit.

Ibrahim Syamaun (45) warga Kecamatan Tangse, Senin (20/3) mengatakan, banyak warga tidak jadi berobat ke Puskesmas Tangse akibat banjir genangan ini yang terjadi sejak Senin (20/3).

“Air kotor luapan dari drainase memenuhi halaman Puskesmas hingga masuk ke ruang rawat pasien. Kondisi seperti ini selalu terjadi saat hujan. Sehingga sangat mengganggu pelayanan di Puskesmas itu,” katanya.

Menurut Ibrahim, keberadaan Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan seharusnya didukung dengan lingkungan yang sehat dan siap melayani warga kapan saja, khususnya bagi pasien dengan kondisi emergensi. Namun kondisi Puskesmas Tangse ini, menurutnya jauh dari standar kesehatan. Karena setiap turun hujan, air menggenangi kompleks Puskesmas dan butuh waktu berhari-hari menunggu air surut. Selain rawan penyakit, kondisi ini tentu saja sangat mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Warga mendesak pemerintah melalui instansi terkait (BPBD, Dinas Pengairan, Dinas PU) harus memperhatikan persoalan ini. Karena sumber masalahnya disebabkan drainase yang dangkal tidak mampu menampung air buangan dari bendungan saat debit air tinggi.

Pembangunan drainase ini dinilai dibangun tanpa melalui kajian yang matang. Karena selain kapasitas drainase yang tak sesuai debit air, box culvert yang menutupi gorong-gorong di lokasi depan Rumoh Aceh di ruas jalan Tangse-Geumpang ukurannya juga terlalu kecil. Sehingga saat volumen air meningkat, air dari saluran yang masuk box culvert tidak leluasa mengalir. Akibatnya, air pun meluber ke badan jalan dan lingkungan sekitarnya.

“Seharusnya dinding drainase dibangun lebih tinggi dengan box culvert yang lebih lebar. Supaya air tidak selalu meluap saat musim hujan,” saran Ibrahim.

Kepala Puskesmas Tangse, Faisal SKM, yang dihubungi kemarin juga mengakui bahwa pihaknya sangat terganggu dengan kondisi ini. Karena berdampak luas, yakni terhambatnya pelayanan kepada masyarakat yang bisa menjadi sangat fatal, jika pasien emergensi tidak segera ditangani. Sementara ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) ikut terendam banjir.

“Dalam dua minggu terakhir, Puskesmas ini sudah dua kali terendam banjir. Hal ini sangat mengganggu pelayanan kesehatan. Warga dan petugas medis yang bekerja di Puskesmas ini sudah banyak yang mengeluh,” tukasnya.

Kata Faisal, akibat luapan air dari drainase tersebut, air kotor masuk ke ruangan persalinan, ruang piket, dan ruang inap IGD. “Kami sudah melaporkan kondisi ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, dan kami minta persoalan ini segera ditangani,” desaknya.

Warga Tangse lainnya, Teungku Muhammad, kemarin juga mengeluhkan dampak banjir di Tangse yang menyebabkan suplai air bersih ke Gampong Blang Jeurat, Kecamatan Tangse. “Suplai air bersih terhenti akibat pipa rusak sejak dua minggu lalu dan hingga kini belum diperbaiki,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga pun terpaksa mengambil air dari sungai yang jaraknya seratusan meter dari permukiman. Warga pun berharap PDAM atau instansi terkait segera memerbaiki jaringan pipa yang patah itu, agar pasokan air bersih normal kembali.

“Sudah hampir dua minggu, air bersih belum mengalir melalui jaringan pipa PDAM. Sehingga warga Gampong Blang Jeurat sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Pemerintah kami minta tidak membiarkan kondisi ini karena sangat merugikan warga khususnya pelanggan PDAM di daerah ini,” tegasnya.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help