SerambiIndonesia/

Ruang Belajar SMA I Pekan Bada Rusak

Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah menyatakan rasa prihatinnya saat melihat ruang pustaka dan beberapa

Ruang Belajar SMA I Pekan Bada Rusak

* Gubernur Prihatin

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah menyatakan rasa prihatinnya saat melihat ruang pustaka dan beberapa ruang kelas SMA I Pekan Bada, Aceh Besar, yang kondisi plafon dan atap sengnya banyak yang sudah bocor dan jatuh.

“Kalau kondisi SMA I Pekan Bada yang dekat dengan ibukota provinsi kerusakannya sudah seperti ini, tapi masih tetap dibiarkan, bagaimana dengan ruang kelas dan belajar SMA lainnya yang jauh dari ibukota Kabupatan/Kota dan Pemerintah Aceh,” kata Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah dalam pertemuan dengan dewan guru SMA I Pekan Bada, Aceh Besar, usai meninjau pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), Senin (20/3) di sekolah tersebut.

Tugas Pemerintah Aceh, kata Zaini Abdullah, mulai tahun ini sangat berat. Diantaranya, harus menanggung beban gaji seluruh PNS guru -guru SMA/SMK dari 23 Kabupaten/Kota yang telah dilimpahkan Kabupaten/Kota Pengelolaannya kepada Pemerintah Aceh.

Kalau pelimpahan kewenangan pengelolaannya diikuti dengan penambahan dana alokasi umum yang cukup, kata Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, tidak masalah. Tapi yang terjadi sekarang ini, malah sebaliknya, tambahan dana alokasi umum yang diberikan pusat untuk Pemerintah Aceh tahun ini, masih juah dari kebutuhannya.

Kalau tahun lalu dari alokasi dana DAU yang diberikan sekitar Rp 1,3 triliun, kita masih memiliki kelebihan Rp 600 miliar, tapi sekarang ini malah berkurang.

Zaini Abdullah meminta Kepala Disdik Aceh, Laisani untuk memberikan priotas dalam perbaikan ruang pustaka dan ruang belajar SMA I Pekan Bada yang sudah rusak berat. “Masukkan dalam anggaran tahun ini pada APBA Perubhan untuk renovasi sekolah ini,” pinta Gubernur Aceh.

Kepala SMAN I Pekan Bada, Aminah mengatakan, kerusakan ruang pustaka dan ruang belajar di sekolah yang dipimpinnya itu sudah berlangsung lama. Tapi karena anggaran yang dimiliki sekolah terbatas, perbaikannya tidak bisa dilakukan sekaligus. Aminah merasa bersyukur, karena Gubernur Aceh telah memerintah Kepala Disdik Aceh untuk mengusul dana renovasi dalam tahun ini juga.

“Terima kasih atas perhatian Pak Gubernur, sebab jika mengharapkan bantuan pihak ketiga atau wali siswa butuh waktu lama untuk merenovasi sekolah ini,” ujar Aminah. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help