SerambiIndonesia/

Syukri Rahmat: Penetapan Ketua Golkar Langsa Sah

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Aceh, Syukri Rahmat, mengatakan penetapan Ilham Pangestu sebagai Ketua

Syukri Rahmat: Penetapan Ketua Golkar Langsa Sah

BANDA ACEH - Wakil Ketua DPD Partai Golkar Aceh, Syukri Rahmat, mengatakan penetapan Ilham Pangestu sebagai Ketua Partai Golkar Langsa berdasarkan hasil musyawarah daerah (musda) III partai tersebut, sudah sah sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia meminta kader partai tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat menimbulkan kekisruhan di tubuh partai.

“Pelaksanaan musda Golkar Langsa tidak melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) karena berikut ada penjelasan dalam jutlak nomor 5 tentang pelaksanaan musda. Dalam jutlak tersebut ada diskresi dari Ketua Umum DPP Golkar, jadi tidak ada pelanggaran yang dilakukan dalam musda DPD II Golkar Kota Langsa,” katanya kepada Serambi, Senin (20/3).

Hal itu disampaikan untuk meluruskan pernyataan sejumlah tokoh senior Partai Golkar Langsa yang menganggap bahwa hasil musda III yang menetapkan Ilham Pangestu sebagai Ketua DPD II Golkar Langsa, adalah pelanggaran terhadap anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), serta mengangkangi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011.

Syukri yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Kota Langsa ini mengajak semua kader untuk menjada solidaritas partai karena memang tidak adanya pelanggaran dalam musda tersebut. “Memang betul dalam anggaran dasar ada syarat-syarat yang ditentukan, tetapi pelaksanaan anggaran dasar itu dilaksanakan berdasarkan jutlak pelaksanaan musda,” ujarnya.

Dalam jutlak itu, ulasnya, disebutkan bahwa apabila ada kader yang tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai ketua, maka dia harus mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Golkar. “Pemilihan Ilham Pangestu itu sudah mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Golkar yang ditandatangani oleh Ketua Umum, Setya Novanto dan Sekretaris Idrus Marham,” ungkap dia.

Karena itu, Syukri meminta seluruh kader partai berlambang pohon beringin itu untuk terus menjaga soliditas. Apabila ada kader yang tidak puas dengan keputusan itu, ia mempersilakan untuk menempuh jalur hukum melalui mahkamah partai. “Jadi tidak membuat pernyataan yang menimbulkan kekisruhan dan perpecahan di antara sesama kader Partai Golkar,” demikian Syukri.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help