Ulama: Jangan Berjanji yang Membinasakan Diri

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali meminta politisi di Aceh agar tidak mengumbar janji

Ulama: Jangan Berjanji yang Membinasakan Diri

* M@PPA Kawal Janji Mundur Politisi

BANDA ACEH - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali meminta politisi di Aceh agar tidak mengumbar janji yang berlebihan kepada publik atau masyarakat. Ia mengingatkan, para politisi atau siapa pun tidak mengikat janji dengan sesuatu yang bisa membinasakan atau memudharatkan diri sendiri.

“Berkomitmen terhadap sesuatu yang akan dicapai itu sesuatu yang harus kita apresiasi, tapi dalam berjanji atau berkomitmen itu janganlah sampai memudharatkan diri kita sendiri. Ini dilarang dalam Islam. Jangan kita berjanji dengan sesuatu yang dilarang oleh agama, itu tidak boleh,” kata Lem Faisal, sapaan akrab Tgk H Faisal Ali.

Pencerahan yang disampaikan Lem Faisal itu menanggapi berita sebelumnya berjudul ‘Politisi PA Siap Potong Jari’. Sebagaimana diketahui, publik Aceh telah dibuat heboh dengan janji seorang politisi Partai Aceh (PA), Azhari Cagee yang menyebutkan bahwa ia siap potong jari telunjuk jika tidak mundur dari DPRA apabila Mahkamah Konstitusi (MK) tidak menggunakan UUPA sebagai acuan dalam menyelesaikan sengketa Pilkada Aceh.

Kemarin, Serambi bertanya kepada Lem Faisal tentang janji potong jari ala Azhari Cagee itu dalam pandangan agama. Diskusi awal berlangsung melalui salah satu kanal WhatsApp, kemudian Serambi lanjutkan dengan mewawancari Lem Faisal.

Menurut Pimpinan Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah, Sibreh, Aceh Besar ini, dalam konsep Islam, setiap manusia dilarang melakukan perbuatan yang bisa memudharatkan dirinya sendiri dan memudharatkan orang lain. “La dharara wala dhirara, tidak boleh melakukan perbuatan yang berbahaya dan membahayakan, memudharatkan diri sendiri atau orang lain. Itu hadisnya,” sebut Lem Faisal.

Lem Faisal juga menyebutkan penggalan ayat 195 Surah Albaqarah yang artinya: ‘Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik’.

Menurutnya, firman Allah Swt dan sabda Rasulullah saw tersebut cukup jelas menerangkan bahwa tidak boleh setiap manusia berperilaku yang membahayakan diri atau orang lain.

“Tapi lakukanlah yang baik-baik, berjanjilah dengan hal-hal baik, beramal saleh. Misalnya, kalau saya tidak pulan, maka saya akan bersihkan sepuluh masjid, bersihkan got 100 meter, atau berpuasa. Ini amal-amal yang baik, begitu lebih baik, untuk apa kita mengikat diri dengan hal-hal yang membahayakan diri kita sendiri,” sebutnya.

Lem Faisal mengatakan, dalam konteks ini dirinya tidak mengomentari persoalan kegaduhan politik yang sedang terjadi di Aceh akhir-akhir ini, ia hanya mengajak semua pihak untuk tidak melampaui diri dengan kaidah-kaidah agama. Ia mengapresiasi jiwa patriotik masyarakat Aceh dalam mewujudkan sesuatu hal. “Tentunya semangat itu kita apresiasi, tapi mari sama-sama kita jaga diri kita, agar tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama,” ujar Lem Faisal.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help