PA belum Bersikap

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA), Kamaruddin Abubakar menyatakan, pernyataan Ketua Fraksi PA DPRA

PA belum Bersikap

BANDA ACEH - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA), Kamaruddin Abubakar menyatakan, pernyataan Ketua Fraksi PA DPRA, Kautsar Muhammad Yus yang menyebutkan Fraksi PA siap berkoalisi dengan gubernur dan wakil gubernur terpilih hasil Pilkada 2017, Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah merupakan pernyataan pribadinya, bukan perintah partai.

“Apa yang disampaikan oleh saudara Kautsar sebagaimana dilansir Harian Serambi Indonesia edisi Jumat 7 April 2017, hanya sebatas pernyataan pribadinya, bukan instruksi dari kelembagaan Partai Aceh,” kata pria yang akrab disapa Abu Razak kepada Serambi, Jumat (7/4) melalui keterangan tertulis yang dikirim oleh Juru Bicara PA, Suadi Sulaiman alias Adi Laweung.

Abu Razak mengeluarkan keterangan tertulis tersebut untuk menanggapi berita berjudul “Fraksi PA Siap Dukung Irwandi” yang dilansir koran ini, kemarin. Dalam berita itu, Kautsar menegaskan Fraksi PA DPRA siap berkoalisi dengan Irwandi-Nova untuk membangun Aceh yang lebih baik. Pernyataan mengejutkan itu disampaikan Kautsar kepada Serambi secara khusus saat diwawancarai di salah satu kafe di Banda Aceh, Kamis (6/4) siang.

“Saya berbicara atas nama ketua fraksi. Kita semua harus move on. Semua yang terlibat dalam pilkada sudah saatnya kita saling bergandeng tangan untuk membawa Aceh ini ke arah yang lebih baik,” kata Kautsar. Ia tak menampik bahwa sejauh ini belum ada instruksi dari pimpinan PA apakah partai itu ke depan akan berkoalisi atau menjadi partai oposisi dari pemerintah Irwandi-Nova.

Namun, jika merujuk pada pertemuan terbatas antara Irwandi dan Muzakir Manaf alias Mualem pada 22 Februari lalu, rasa-rasanya PA akan mendukung dan berkoalisi dengan pemerintahan Irwandi-Nova untuk periode 2017-2022.

Pernyataan inilah yang dinilai oleh Abu Razak bukan perintah dari partai. Untuk menyikapi hasil putusan dismissal Mahkamah Konstitusi (MK), Abu Razak mengatakan, partai perlu melakukan musyawarah dan Fraksi PA DPRA harus menunggu keputusan partai. Karena itu, dia meminta semua pihak jangan berlebihan dan keterlaluan, karena semua keputusan ada di partai, tunggu dulu keputusan partai.

“Sampai hari ini partai belum mengambil satu keputusan apa pun dan belum memberikan instruksi kepada Fraksi PA di DPRA untuk menyikapi hasil putusan MK beberapa hari yang lalu. PA juga perlu duduk bersama dengan beberapa partai nasional yang ikut berkoalisi pada Pilkada Aceh 2017. Seperti Gerindra, PKS, PBB, PAN, PKPI, PPP, dan Hanura,” katanya.

Wakil Ketua DPA PA ini juga menginstruksikan kepada semua jajaran PA di seluruh Aceh agar tetap bersabar menunggu keputusan di tingkat DPA PA, jangan terprovokasi dengan pernyataan pribadi seseorang dan pihak lainnya.

“Kami tegaskan bahwa pernyataan Kautsar hanya sebatas pernyataan pribadinya, sehingga partai akan segera memanggil Kautsar untuk memberikan klarifikasi kepada partai terhadap pernyataannya itu. Atas dasar apa dan perintah dari siapa? Sementara pimpinan partai belum mengambil sikap dan belum memberikan perintah apapun,” pungkasnya.

Reaksi anggota fraksi
Dua anggota DPRA dari Fraksi PA, Abdullah Saleh dan Azhari Cagee juga bereaksi atas pernyataan yang dikeluarkan oleh Kautsar. Abdullah Saleh yang menelepon Serambi mengatakan, pernyataan Ketua Fraksi PA, Kautsar itu tidak pernah dibawa ke dalam rapat fraksi.

“Seharusnya segala sesuatu kebijakan atau pernyataan dibawa dulu dalam rapat. Segala sesuatu kebijakan fraksi, selain ada petunjuk dan arahan dari partai, tentunya juga dimusyawarahkan dulu di fraksi,” kata Abdullah Saleh.

Soal Fraksi PA akan berkoalisi atau beroposisi dengan pemerintah yang baru nanti, menurutnya belum ada keputusan baik dari partai maupun fraksi. Sejak putusan MK, belum ada instruksi apapun terkait itu. “Itu kan kebjakan strategis, jadi tidak bisa begitu saja. Harus dibahas mendalam dan matang-mantang, sehingga menjadi kebijakan legal secara partai ataupun fraksi di parlemn,” tandas Ketua Komisi I DPRA tersebut.

Tanggapan juga disuarakan Azhari Cagee. Ia meminta Pimpinan PA mengambil tindakan tegas terhadap Kautsar terkait statemennya itu. “Ini krusial sekali, kita meminta pimpinan memanggil atau menegur dia (Kautsar). Ini juga menyangkut dengan partai koalisi yang telah mendukung PA. Seharusnya ini dimusyawarahkan dulu, itu kan pendapat pribadi,” demikian Azhari Cagee.(mas/dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help