SerambiIndonesia/

Begitulah

terkadang kita tidak bisa mengucapkan selamat tinggal pada tiang dermaga pada teluk

Begitulah
Penyair Nasional, Fikar W Eda membawakan puisi saat peluncuran buku puisi "Secangkir Kopi" di Tower Caffee, Simpang Lima, Banda Aceh. SERAMBI/BUDI FATRIA 

Karya Hasbi Burman

terkadang kita tidak bisa mengucapkan
selamat tinggal
pada tiang dermaga
pada teluk
walau kapal sudah berlayar perlahan lahan

cinta tegak kaku bersama pilu
dan asa berenang dalam senja
entah mau kemana

2017

Kata-kata

kupungut satu satu
kata kata
luruh dari mulutmu
tidak seperti diucapkan
layaknya angin
atau seperti bunglon berlari

2017

Sama Saja

teluk dan angin berdesau
saat kemarau
seperti hati yang risau

ingatan masih belum belum senja
ketika pertarungan dimulai
katakata adalah hulu pedang
dimulai lewat bibir bergincu
tak pernah tepat
hanya saja kau berlagak nabi

2017

Isnu Kembara

dulu kita akrab bercakap-cakap tentang
riuh angin dan debur ombak
lhok aron yang tak pernah diam.

saat selangkah demi selangkah gadis itu
mendekati kita. kau terkekeh. tapi semua berubah.
engkau telah menyandang
dan memakai baju jubah.
Kawanku, begitulah piala bergilir.

2017

Kuala Beukah

ada titik temu dalam kemunafikan
kaupaparkan di antara suara angin.
seperti jalan meliuk
hiruk-pikuk dusta.
di kuala beukah ada yang menutur bunga.

2017

Selat Melaka

begitu lekas jejak ombak
selekas kita berkemas.
kau menjauh dari selat itu.
sementara aku bertasbih dan berzikir
memuja tuhan.

2017

* Hasbi Burman, atau lebih dikenal sebagai Presiden Rex adalah seorang penyair utama Aceh.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help