SerambiIndonesia/

Abusyik Janji tidak Otoriter

Bupati Pidie terpilih, Roni Ahmad alias Abusyik, berjanji setelah dilantik nanti tidak akan menjalankan pemerintahan

Abusyik Janji tidak Otoriter
Wakil Ketua I DPRA, Sulaiman Abda didampingi staf ahli DPRA, Dr Mawardi Ismail memberikan pengarahan kepada Bupati Pidie terpilih, Roni Ahmad, saat berkunjung Ke DPRA, Jumat (7/4). SERAMBI/HERIANTO 

* Golkar Pidie Siap Beri Dukungan

BANDA ACEH - Bupati Pidie terpilih, Roni Ahmad alias Abusyik, berjanji setelah dilantik nanti tidak akan menjalankan pemerintahan secara otoriter. Janji tersebut disampaikannya dalam pertemuan dengan Wakil Ketua I DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi, Jumat (7/4).

Dalam pertemuan itu, Abusyik meminta saran, masukan, dan bimbingan agar dirinya bisa sukses memimpin Pidie. “Dalam menjalankan pemerintahan nanti, saya akan berusaha untuk tidak otoriter. Saya akan mengutamakan musyawarah dalam mengambil kebijakan dan keputusan,” kata Abusyik kepada Sulaiman Abda yang saat itu ikut didampingi Staf Ahli DPRA, Dr Mawardi Ismail.

Menurut Abusyik, pertanggungjawaban seorang bupati itu bukan hanya kepada DPRK dalam bentuk Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ), tetapi yang lebih penting adalah tanggung jawab kepada rakyat dan kepada Allah SWT. “Apa yang bisa membuat masyarakat Pidie senang dan bahagia, maka itu yang akan menjadi prioritas pembangunan saya ke depan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Sulaiman Abda mengatakan, Bupati Pidie terpilih perlu membentuk tim percepatan pembangunan. “Anggotanya, cari orang-orang yang profesional dan mengerti apa yang direncanakan dan mau dikerjakan. Jangan suka gonta ganti pejabat, ini akan membuat program tidak berjalan secara maksimal,” saran pria yang akrab disapa Bang Leman ini.

Sementara Mawardi Ismail menyarakan kepada Abusyik agar mencari sekretaris daerah (sekda) yang bisa menjadi ‘tukang rem’ dan berani mengoreksi bupati apabila ada kebijakan yang dianggap keliru. “Ini penting untuk mencegah agar setelah berakhir masa jabatan bupati, tidak berurusan dengan aparat penegak hukum. Banyak sudah kasus yang terjadi,” ungkap Mawardi.

Terpisah, Sekretaris DPD II Partai Golkar Pidie, Teuku Saifullah TS, menyampaikan bahwa partainya siap memberi dukungan kepada bupati dan wakil bupati terpilih dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Pesta pilkada telah berakhir, mari semua pihak yang terlibat dalam pilkada bersatu untuk satu tujuan membangun Pidie yang lebih baik. Untuk itu, kami atas nama Partai Golkar Pidie menyatakan siap berkoalisi dengan pasangan Abusyik,” kata Teuku Saifullah.

Dalam Pilkada keamrin, partai Golkar Pidie memberikan dukungan kepada paslon cabup-cawabup nomor urut 3, H Sarjani Abdullah dan M Iriawan SE. Saat itu, surat dukungan diserahkan Ketua DPD I Golkar Aceh, TM Nurlif, yang diterima Sarjani dan M Iriawan di Kantor DPD II Pidie, Minggu, 18 September 2016.

Selain Partai Golkar, tercatat empat parnas lain juga memberikan dukungan kepada Sarjani-Iriawan, yakni, Partai Demokrat, Partai NasDem, Gerindra dan PKS.

“Kita tidak perlu larut dalam kegagalan yang telah kita perjuangkan itu. Tapi anggap saja kegagalan itu sebuah keberhasilan yang tertunda. Kita tidak bisa menolak takdir yang telah ditentukan yang Maha Kuasa. Semua yang ditentukan Allah itu, jika kita selami, maka ada hikmah yang akan kita petik nanti,” demikian Teuku Saifullah.(her/naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help