SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Lini Bawah Masih Rawan

Sepekan menjelang bergulirnya Liga 2, Persiraja masih menyimpan persoalan di lini bawah. Tugas berat harus

Lini Bawah Masih Rawan

* Persiapan Persiraja ke Liga 2

BANDA ACEH - Sepekan menjelang bergulirnya Liga 2, Persiraja masih menyimpan persoalan di lini bawah. Tugas berat harus dilakoni oleh kuartet WASA (Wahyu AW, Anwar, Sisgiardi, Akhyar Ilyas) membenahi sektor tersebut.

Dari tiga uji coba dilakoni Lantak Laju--julukan Persiraja-- masih mencari format untuk pertahanan. Misalnya, ketika menghadapi juara Piala KONI Aceh Besar, Seulimuem, maka diplot Rafsanjani dengan M Hidayat. Sayagnya, Hidayat hanya mampu tampil tujuh menit menyusul benturan keras di kepala.

Akibatnya, dalam dua ujicoba melawan PSPS Keudah dan PSAP All Star Sigli, Hidayat harus menepi di pinggir lapangan. Dia hanya dapat menyaksikan rekan-rekannya dari bench cadangan. Praktis, posisinya tersebut diberikan kepada Iwan Sadri. Selepas 75 menit pertarungan, posisi Rafsanjani-Iwan Sadri diberikan kepada Khairunnas dan Ricky Pratama.

Namun, dalam pertandingan Sabtu (8/4) malam, di Stadion Lampineung, perubahan kembali dilakukan kuartet WASA. Ketika perlagaan memasuki menit 65, Fery Komul diplot sebagai center-bek bersama Rafsanjani. Padahal, seperti diketahui, mantan pemain Persija Jakarta tersebut selalu akrab dengan posisi centocampista (gelandang).

Meski tempat tersebut tak asing baginya, Fery Komul dalam dua duel selalu beroperasi di lapangan tengah bersama Mukhlis Nakata. Tentu saja, dengan taktik demikian, tim pelatih langsung meresponnya. Di mana, Lutfhi Fauzi Hamdan masuk guna memperkuat lini vital bersama Mukhlis Nakata.

Memang, Lantak Laju memiliki empat pemain beroperasi di lini bawah. Adalah Rafsanjani untuk kuota pemain usia 25 tahun ke atas, Ricky Pratama, Khairunnas, dan M Hidayat. Namun, dari empat pemain yang dipunyai, hanya Rafsanjani yang sudah pengalaman. Sementara untuk Ricky Pratama, ini kesempatan debutnya sebagai pemain dalam Liga 2. Apalagi, dia masih berumur 19 tahun.

“Di uji coba inilah, kesempatan kita untuk mengutak-atik formasi. Meskipun dalam waktu tak lama lagi, kita terus melakukan sejumlah perubahan terutama di lini bawah ini. Kita berharap, dari uji coba tersebut nantinya akan ditemukan formasi ideal,” kata tim pelatih, Anwar usai pertandingan uji coba di Stadion Lampineung, Sabtu (8/4) malam.

Seperti diketahui, guliran Liga 2 musim 2017/2018 memiliki sejumlah aturan ketat. Dari regulasi yang diterapkan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), maka setiap hanya boleh memiliki pemain berusia 25 tahun ke atas sebanyak lima orang. Ternyata, kuota tersebut sudah menjadi milik Agus Suhendar, Mukhlis Nakata, Ferry Komul, dan Rafsanjani.

Sementara itu, Lantak Laju memperpanjang daftar kemenangan di laga uji coba. Sabtu (8/4) malam, Fadhil Ibrahim dkk sukses menang 4-0 ketika bertemu PSAP Sigli All Star. Sebelumnya, Persiraja berhasil mengatasi Seulimeum, 6-0, dan tim Liga Nusantara, PSPA Keudah 2-0.

Empat gol kemenangan dihasilkan melalui solo-run Agus Suhendar di babak pertama. Kemudian, di menit 51, tendangan voli Fadhil mampu menjebol gawang setelah menerima umpan Fery Komul. Fadhil Ibrahim kembali melesatkan gol pada menit 63, dan gol terakhir Munandar di menit akhir dengan memanfaatkan umpan matang Amirullah.

Meski bertajuk uji coba, kehadiran tim PSAP All Star ke Lampineung terhitung spesial. Faktanya, Mukallaf dkk didukung langsung Bupati Pidie Terpilih, Abusyik. Bagi Laskar Aneuk Nanggroe, ini merupakan penampilan pertama mereka setelah degradasi pada musim 2014 ketika berlaga di divisi utama.

“Saya akan tetap memberikan perhatian dan kepedulian bagi PSAP ke depan. Karena itulah, saya berharap supaya pemain dapat bertarung dengan sportivitas. Mari kita tunjukkan kalau tim PSAP masih ada,” pesan Abusyik ketika memberikan pengarahan kepada Bustami dkk.

Pada kesempatan itu, Wakil Sekretaris Persiraja, Rahmad Jailani menyerahkan kostum kepada Abusyik yang disaksikan Ketua Umum Pidie United, AKBP H Nazaruddin SH MH, dan manajer Iptu Andri Permadi.

Duel dua tim yang selama ini dikenal dengan rivalitas tinggi itu, disaksikan ribuan penonton. Bahkan, sejumlah penonton juga datang dari Kabupaten Pidie. “Semoga ke depan, PSAP dapat kembali bangkit dalam percaturan sepakbola nasional,” harap Jamal Suporter, warga Kota Sigli.(ran)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help