SerambiIndonesia/

Suara Aceh untuk Anies-Sandi

Suara masyarakat Aceh Jakarta sepenuhnya diberikan kepada pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada Gubernur

Suara Aceh untuk Anies-Sandi

JAKARTA - Suara masyarakat Aceh Jakarta sepenuhnya diberikan kepada pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada Gubernur DKI Jakarta. Tekad bulat warga Aceh itu dideklarasikan di Asrama FOBA, Jakarta, Minggu (9/4).

Anies juga dinobatkan sebagai warga kehormatan masyarakat Aceh. Penobatan itu ditandai dengan pengenaan Kopiah Meukeutop yang dilakukan oleh tokoh masyarakat Aceh, Prof Syamsuddin Mahmud, dan penyerahan sebilah rencong oleh Ketua Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP TIM), DR Surya Darma.

Hadir dalam acara tersebut, Tan Sri Sanusi Juned, tokoh Aceh di Malaysia, Mantan Menpan dan RB Azwar Abubakar, mantan calon gubernur Tarmizi A Karim, anggota DPR RI asal Aceh Nasir Djamil, dan lebih dari tiga ratusan warga Aceh.

Nasrul Sufi, Wakil Ketua Gerindra Aceh, bahkan datang secara khusus dari Banda Aceh, dan beberapa tokoh Aceh lain yang berasal dari Riau, Bandung, Medan dan lain-lain.

“Kopiah Meukeutop sudah diberikan, rencong juga disematkan. Dengan kopiah dan rencong ini kita hadapi pertarungan,” seru Anies Baswedan di awal sambutannya.

Pertarungan yang dimaksud Anies adalah Pilkada Gubernur DKI Jakarta pada 19 April mendatang, menghadapi lawan utamanya Ahok-Djarot. Ahok yang bernama asli Basuki Tjahaja Purnama saat ini didakwa melakukan penistaan agama Islam atas pernyataannya yang menyinggung hati umat Islam.

Anies Baswedan menyebutkan, Aceh sejak dulu, sejak zaman kemerdekaan, memainkan peran instrumental. Waktu itu Presiden Soekarno butuh pesawat, langsung disumbangkan rakyat Aceh. “Sekarang, dalam Pilkada DKI, Aceh kembali memainkan perannya yang sangat penting,” ujar Anies yang ketika menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah mengunjungi Aceh hingga ke daerah pedalaman, seperti Kecamatan Ketol, Aceh Tengah.

Anies menyampaikan bahwa rasa kebhinnekaan dan kebangsaan tidak perlu lagi dipertanyakan kepada warga Aceh. “Yang kita gugat saat ini adalah rasa keadilan. Di Jakarta kesenjangan antara si kaya dan miskin sangat ekstrim, itulah yang jadi perhatian kita,” ucap Anies.

Ia membeberkan angka, bahwa warga Jakarta yang belum punya rumah mencapai 49 persen. “Itu artinya hampir setengah penduduk Jakarta masih ngontrak. Ini yang kita perjuangkan,” ujarnya semangat.

Dalam kesempatan itu juga dideklarasikan ‘Relawan Masyarakat Aceh Serantau Pilih Anies-Sandi’. Tim ini diketuai Ir Muslim Armas, Sekretaris Arief Jamaluddin, dan dilengkapi sejumlah bidang. Tokoh-tokoh Aceh seperti Prof Syamsuddin Mahmud, Ahmad Farhan Hamid, Nasir Djamil, Surya Darma, dan lain-lain ikut dalam susunan tim relawan.

“Kita memang bertekad memenangkan Anies-Sandi. Ini bukan hanya soal kinerja atau program kerja, tapi yang utama soal aqidah. Warga Aceh di Jakarta tidak mau pemimpinnya non Muslim,” tukas Muslim Armas.

Ia menegaskan, sebelumnya warga Aceh terpecah aspirasinya antara Anies-Sandi dan Agus-Sylvi. Tapi sekarang, di Pilkada putaran kedua ini, pilihan warga Aceh sepenuhnya untuk Anies-Sandi.

Acara deklarasi tersebut juga disi dengan orasi ‘Pandangan Polutik Umat Islam terhadap Pemimpin’ yang disampaikan Ustadz Adnin Armas MA, dan tausiah ‘Memilih Pemimpin Jakarta’ oleh Ustadz Bachtiar Nasir LC MM.

Bachtiar Nasir, tokoh yang dituduh terkait gerakan makar, menyatakan, Aceh adalah gerbang utama masuknya Islam di Indonesia, dan satu-satunya daerah yang tidak pernah ditaklukkan penjajah. Ia memuji peran orang Aceh dalam menjaga agama Islam dan tetap memelihara spirit Islam sampai sekarang.(fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help