SerambiIndonesia/

Uni Eropa Larang Sawit Indonesia, Pemerintah Keberatan

Pemerintah menilai tudingan yang disampikan Parlemen Uni Eropa kepada produk sawit tidak memiliki dasar. Bahkan cenderung ada kepentingan bisnis.

Uni Eropa Larang Sawit Indonesia, Pemerintah Keberatan
(KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNA)
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai menghadiri acara Rakernas Hipmi di Jakarta, Senin (27/3/2017). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag)Enggartiasto Lukita menanggapi serius keputusan Parlemen Uni Eropa yang mengeluarkan resolusi sawit dan melarang biodiesel berbasis kelapa sawit.

Ia bahkan mengirimkan surat secara resmi kepada Menteri Uni Eropa menyusul keputusan Parlemen Uni Eropa yang menilai perkebunan sawit masih menciptakan deforestasi, korupsi, pekerja anak, sampai pelanggaran HAM.

"Kami sangat berkeberatan untuk itu," ujarnya di Kantor Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (10/4/2017).

Pemerintah menilai tudingan yang disampikan Parlemen Uni Eropa kepada produk sawit tidak memiliki dasar. Bahkan cenderung ada kepentingan bisnis.

Misalnya alasan deforestasi atau penghilangan hutan. Menurut Mendag, minyak nabati yang dikembangkan di Eropa juga sama hasil dari penghilangan hutan.

Alasan selanjutnya yang dipertanyakan yakni alasan kemanusiaan atau pelanggaran HAM.

Mendag heran dengan alasan tersebut sebab Indonesia sudah memiliki standar pengelolaan perkebunan sawit.

"Human rights yang mana yang melanggar? ISPO sudah kita lakukan," kata Enggartiasto. Hingga saat ini tutur Mendag, belum ada respons dari Menteri Uni Eropa terkait surat keberatan Pemerintah Indonesia. (*)

Editor: Yusmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help