PA akan Bahas Usulan Mundur Azhari Cage

Ketua Umum DPA Partai Aceh (PA), Muzakir Manaf (Mualem) menyatakan pihaknya akan membahas usulan

PA akan Bahas Usulan Mundur Azhari Cage

BANDA ACEH - Ketua Umum DPA Partai Aceh (PA), Muzakir Manaf (Mualem) menyatakan pihaknya akan membahas usulan pengunduran diri anggota Fraksi PA, Azhari Cage, dalam rapat lengkap pengurus DPA PA.

“Diterima atau ditolak usulan pengunduran saudara Azhari Cage dari anggota DPRA, ada aturan dan tahapannya. Antara lain, harus dibawa lebih dulu ke dalam rapat pengurus lengkap DPA Partai Aceh,” kata Muzakir Manaf menjawab Serambi, Selasa (11/4).

Diberitakan kemarin, Azhari Cage mengajukan surat pengunduran diri kepada Ketua DPRA Tgk Muharuddin, Ketua DPA Partai Aceh Muzakir Manaf alias Mualem, dan Ketua Komisi I DPRA Abdullah Saleh, Senin (10/4). Azhari mengatakan, alasan dirinya mundur dari legislatif karena kecewa dengan sikap pusat, khususnya MK, yang tidak menghargai kekhususan Aceh dalam menyidangkan perkara perselisihan hasil Pilkada 2017.

Menanggapi hal ini, Muzakir Manaf mengatakan, dalam rapat pengurus PA nanti, Azhari Cage akan dimintai keterangan tentang alasannya mundur dari anggota DPRA. Setelah itu, pengurus DPA PA akan mempertimbangkan alasan yang disampaikannya.

Kalau forum rapat setuju dan tekad yang bersangkutan untuk mundur sudah bulat, baru bisa diproses. Lalu PA akan mengusulkan penggantinya ke Mendagri. Tapi, jika alasan yang disampaikan Azhari tak menjadi beban bagi partai dan forum rapat minta untuk mempertimbangkan, maka usulan mundur itu bisa saja ditunda.

“Jika setelah diberikan waktu untuk mempertimbangkan kembali tapi tetap minta mundur, baru proses pengunduran dirinya dijalankan,” kata Mualem.

Mengenai alasan Azhari Cage mundur dari DPRA, Mualem mengatakan alasan itu masuk akal dan logis. Hanya saja, Mualem merasa heran mengapa hanya Azhari Cage saja yang meminta mundur, sedangkan anggota DPRA dari PA mencapai 29 orang. Karena itu, lanjut Mulem, pihaknya belum bisa memberikan jawaban terhadap usulan mundur Azhari Cage.

Mualem menuturkan, banyak hal lain yang lebih penting dan strategis yang perlu dibahas elite pengurus PA pascapilkada. Terutama, setelah penolakan MK terhadap keberatan PA dan partai pengusung mengenai hasil pilkada gubernur, serta sikap PA paska penetapan hasil pilkada gubernur.

Masalah-masalah tersebut, kata Mualem, perlu disikapi PA dengan sangat hati-hati. Karena, kalau PA salah langkah atau keliru menyikapinya, bisa berdampak pada pemilu legislatif 2019.

Mualem menambahkan, pengalaman Pilkada 2017 menjadi pelajaran pahit dan berharga untuk intropeksi diri dalam pengambilan kebijakan strategis ke depan, terutama dalam menghadapi pemilu legislatif. Ia menegaskan, kader PA perlu melakukan terobosan-terobosan baru agar raihan kursi anggota legislatif yang sempat berkurang pada Pemilu 2014 lalu, bisa kembali bertambah.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved