SerambiIndonesia/

PDAM Tirta Daroy Suplai Air Keruh dan Berlumpur

"Warna airnya keruh dan endapan lumpurnya tinggi. Sehari saja tidak kita kuras bak, endapan lumpurnya sudah merata di dasar bak.

PDAM Tirta Daroy Suplai Air Keruh dan Berlumpur
Air keruh PDAM Tirta Daroy 

Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pelanggan air bersih PDAM Tirta Daroy yang berdomisili di kawasan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh sejak beberapa bulan terakhir harus menerima distribusi air keruh dan berlumpur.

Seorang ibu rumah tangga di komplek Villa Gading Mas, Gampong Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng, Ny Ipah melaporkan sejak awal 2017 ini kualitas air PDAM Tirta Daroy sangat mengecewakan.

"Warna airnya keruh dan endapan lumpurnya tinggi. Sehari saja tidak kita kuras bak, endapan lumpurnya sudah merata di dasar bak. Tapi masih untung tidak berbau," kata Ipah.

Kondisi serupa, menurut Ipah juga dialami tetangganya di Komplek Villa Gading Mas.

Direktur PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub menjawab Serambinews.com, Jumat (14/4/2017) melalui fasilitas chating WhatsApp membenarkan kondisi itu.

"Mohon maaf saat ini kekeruhan air baku sangat tinggi sehingga kita tidak bisa mengolahnya dengan sempurna," begitu tanggapan Novizal yang akrab disapa Ampon Yub sambil mengirim data digital laboratorium yang memperlihatkan angka kekeruhan air baku mencapai 1120,5 FTU (Formazin Turbidity Unit).

Menurut Ampon Yub, normalnya kekeruhan air baku di bawah 250 FTU.  

Keterbatasan WTP

Sumber-sumber Serambinews.com menyebutkan, distribusi air bersih untuk beberapa kawasan Kota Banda Aceh, termasuk Ulee Kareng berasal dari water treatmen plant (WTP) Siron sedangkan untuk kawasan lainnya dari WTP Lambaro.

"Kualitas air dari WTP Lambaro tak ada masalah meski sering terjadi gangguan distribusi seperti baru-baru ini akibat kerusakan jaringan pipa di lokasi proyek flyover Simpang Surabaya," kata sumber tersebut.

Menanggapi informasi itu, Ampon Yub juga membenarkan WTP Lambaro jauh lebih bagus dari WTP Siron. "Kemampuan WTP Siron terbatas," tulisnya.

Ditanya apa solusi terhadap persoalan air keruh dan berlumpur itu, Direktur PDAM Tirta Daroy menjawab, "Seharusnya saat tingkat kekeruhan terlalu tinggi kita harus mengurangi kapasitas produksi." (*)

Penulis: Nasir Nurdin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help