SerambiIndonesia/

Terlibat Kasus Penganiayaan, Jaksa Tamiang Eksekusi Penjara Seorang Kakek

Enam tahun berlalu, Kajari Kualasimpang, Erwinsyah SH mengeluarkan perintah membentuk tim eksekusi kembali.

Terlibat Kasus Penganiayaan, Jaksa Tamiang Eksekusi Penjara Seorang Kakek
SERAMBINEWS.COM/M NASIR

Laporan Muhammad Nasir | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang mengeksekusi T Maimun (70) warga Desa Pante Perlak, Kecamatan Sekrak dalam kasus penganiayaan tahun 2010 setelah mendapat putusan tetap dari Mahkamah Agung (MA). Senin (17/4/2017) pukul 10.30 WIB.

Kasipidum Kejaksaan Aceh Tamiang, Yusnar Yusuf SH MH kepada Serambinews.com, Senin (17/4/2017) mengatakan, kasus ini sudah mendapat ingkrah dari Mahkamah Agung sejak enam tahun lalu namun saat dieksekusi ketika itu yang bersangkutan tidak ada di tempat.

Enam tahun berlalu, Kajari Kualasimpang, Erwinsyah SH mengeluarkan perintah membentuk tim eksekusi kembali.

Tepat pada Senin (17/4/2017) usai menghadiri sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Kualasimpang, tim yang diketuai Kasipidsus Yusnar Yusuf SH MH, bersama anggotanya Meidi Hamsyi, Helpandra, Ika Nardo, Yunasrul, dibantu Kasi Intel Ilham SH dan anggotanya didampingi anggota Polsek Karang Baru, Polres Aceh Tamiang langsung menjumpai T Maimum dan memberi tahun tentang eksekusi serta putusan MA Nomor 936 K/PID/2010 tanggal 23 Juni 2010 yang telah ingkrah.

Saat mendengar eksekusi tersebut, T maimun kooperatif dan langsung naik ke dalam mobil kejaksaan kemudian yang bersangkutan langsung di bawa ke lembaga pemasyarakatan untuk menjalani hukuman kurungan selama tiga bulan penjara.

Kasus ini berawal pada 3 Oktober 2007, di jalan Nyak Umar Kota Kualasimpang tepatnya depan Masjid Raya Kota Kualasimpang, ribut antar Maimun dengan saksi korban Muhammad alias Ahmad warga Desa Paya Bedi, Kecamatan Rantau, gara gara Maimun menuduh orang tua Ahmad menjual barang racun hama palsu sehingga terjadi keributan.

Kemudian Maimun mengambil parang, dan parang tersebut ditangkap oleh Ahmad sehingga robek salah satu jarinya. Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi dan berproses hingga ke Pengadilan Negeri Kualasimpang. 

Majlis hakim memutuskan T Maimun bersalah dengan putusan tiga bulan penjara, kemudian yang bersangkutan banding hingga kasasi, namun tidak mengubah putusan tiga bulan kurungan penjara. (*)

Penulis: Muhammad Nasir Tamiang
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help