SerambiIndonesia/

Oknum Polantas Abdya Pukul Sopir Labi-labi Hingga Muntah Darah

"Tak lama kemudian, tanpa basa-basi saya dipukul dibagian kepala saya, saya tahan, sambil saya menjelaskan bahwa saya tidak salah,

Oknum Polantas Abdya Pukul Sopir Labi-labi Hingga Muntah Darah
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Murhazli (38), sopir labi-labi korban pemukulan oleh oknum Polantas Abdya terbaring di ruang IGD RSUTP, Selasa (18/4/2017).

Laporan Rahmat Saputra | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Oknum Satlantas Polres Aceh Barat Daya (Abdya) Brigadir Rz tega memukul seorang sopir labi-labi, Murhazli (38) Selasa (18/4/2017) pagi di salah satu warkop di kawasan Blangpdie hingga muntah darah.

Kejadian itu terjadi sekira Pukul 09.25 WIB.

Saat itu, Murhazli sedang duduk di salah satu warkop Blangpidie persis di pangkalan terminal labi-labi trayek Blangpidie-Babahrot, atau tak jauh dari Simpang Toko Emas Diamon.

Menurutnya, kejadian itu buntut dari perkelahian dirinya dengan abang RZ, pada Senin (17/42017) siang.

"Saat itu, saya dipukul tiga kali oleh abangnya, tapi sempat saya balas sekali. Kejadian itu, terjadi saat menjemput keponaan saya, saya tidak tahu kenapa dia marah," kata Murhazli kepada Serambinews.com di ruang IGD RSUTP.

Abang RZ itu, katanya, juga berprofesi sebagai sopir mobil labi-labi, namun trayek Blangpidie-Susoh.

"Tidak kenal saya siapa nama abangnya itu," katanya.

Pada paginya, ia sedang minum kopi di warkop, tiba-tiba RZ menelpon korban dengan nomor berbeda, RZ dengan nada meninggi mempertanyakan keberadaan korban, sambil mengancam akan memukul korban.

"Tak lama kemudian, tanpa basa-basi saya dipukul dibagian kepala saya, saya tahan, sambil saya menjelaskan bahwa saya tidak salah, tapi tetap saja saya dipukul, dan hape saya dirusak," terangnya.

Setelah dipukul dan pulang sambil meminta pertolongan, anggota lantas itu kembali mengejarnya dan memotong di depan mobil labi yang dibawa korban.

"Saat saya berhenti, dia langsung menarik baju saya dan memasukan ke dalam mobilnya, dan dibawa ke pos lantas, dan saya saat itu dalam kondisi lemas," sebutnya.

Informasi yang diterima Serambinews.com dari dokter bedah, korban mengalami geger otak ringan, akibat terjadi goncangan.

"Muntah darah itu akibat cedera kepala ringan, namun sudah ditrapi, dan kondisi pasien sudah mulai membaik," kata dr Muhammad Irfan kepada wartawan. (*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help