SerambiIndonesia/

Pelaku UMKM Ikut Sosialisasi Hak Merek

Para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Aceh, Senin (17/4) ikut sosialisasi dan konsultasi hak merek serta Izin Uusaha Mikro Kecil

Pelaku UMKM Ikut Sosialisasi Hak Merek
TIM pembina Koperasi Aceh, Syahrezi AR ST (Kabalatkop), M Dahlan (Kabid Pembiayaan), Ir Rusli (Kabid Usaha), Azhari (Sekretaris), Taufik Hidayat (Kabit UMKM), Marzuki (Kabid Kelembagaan) didampingi Ketua KBQ Baburrayyan Ridwan Husin sedang melihat hasil pemilihan biji kopi untuk ekspor yang dilakukan para pekerja koperasi di lokasi pabrik kopi KBQ Baburrayyan, Aceh Tengah. 

BANDA ACEH - Para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Aceh, Senin (17/4) ikut sosialisasi dan konsultasi hak merek serta Izin Uusaha Mikro Kecil (IUMK). Acara yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang difasilitasi Dinas Koperasi dan UKM Aceh dan Dekranasda Aceh, dilaksanakan di Hotel Mekkah, Banda Aceh.

Ketua Harian III Dekranasda Aceh, Maulizah Wahab Hasbi dalam sambutannya mewakili Ketua Dekranasda menyampaikan, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong pengrajin untuk meningkatkan kualitas produksi, serta mampu mengembangkan sistem usaha dan administrasi yang lebih baik.

“Agar usaha bertahan lama dibutuhkan manajemen yang baik, dan produk yang berkualitas serta pasar yang luas,” katanya. Menurut Maulizah, tidak banyak usaha kerajinan yang memahami aspek tersebut, dan sering sekali usaha itu mengabaikan hal-hal penting seperti kurang dalam memberikan pelatihan kepada para pekerja, dan mengabaikan sistem pencatatan.

“Padahal pencatatan sangat penting sebagai kontrol arus usaha yang berjalan. Akibatnya banyak usaha kerajinan yang bergerak stagnan meskipun sudah berjalan bertahun-tahun,”katanya.

Menata Manajemen UMKM
Sementara Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Pusat, Bintang Puspa Yoga mengatakan, dalam kondisi perekonomian saat ini hampir seluruh sektor ekonomi terkena dampak krisis global, maka diperlukan upaya untuk mendorong dunia usaha agar lebih giat lagi.

“Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menata kembali manajemen UMKM perajin, agar dapat mengembangkan produk-produk griya yang berdaya saing sehingga laku di pasar,” sebutnya.

Bintang Puspa Yoga menambahkan peran ketua dekranasda juga penting untuk memotivasi, dan meningkatkan hasil kerajinan di daerah masing-masing. Ia melihat Provinsi Aceh memiliki kerajinan yang unggul, seperti kerajinan batang kelapa, bordir kerawang, anyaman pandan, sulaman benang emas, tenun songket, batik, dan lainnya.(una)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help