Home »

Opini

Opini

Pesta Akbar Petani-Nelayan

PESTA akbar Pekan Nasional (Penas) XV Petani-Nelayan yang akan berlangsung pada 6-11 Mei 2017 di Banda Aceh, tinggal menghitung hari

Pesta Akbar Petani-Nelayan
SERAMBI/SAID KAMARUZZAMAN
Jajaran Pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh bersama nelayan menarik pukat di pantai Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Sabtu (15/4) lalu. Kegiatan tarik pukat ini bagian dari rangkaian persiapan PENAS KTNA XV yang akan berlangsung awal Mei mendatang.SERAMBI/SAID KAMARUZZAMAN 

Oleh Basri A. Bakar

PESTA akbar Pekan Nasional (Penas) XV Petani-Nelayan yang akan berlangsung pada 6-11 Mei 2017 di Banda Aceh, tinggal menghitung hari. Akankah even nasional tiga tahunan ini bakal menuai sukses? Tentunya ini sangat bergantung sejauh mana persiapan yang dilakukan baik oleh panitia daerah maupun pusat. Di tingkat daerah, Surat Keputusan Kepanitiaan dikeluarkan oleh Gubernur Aceh sementara di tingkat pusat oleh Menteri Pertanian.

Tema Penas XV 2017, Memantapkan Kelembagaan Tani Nelayan sebagai Mitra Kerja Pemerintah dalam Rangka Kemandirian, Ketahanan, dan Kedaulatan Pangan Menuju Kesejahteraan Petani Nelayan Indonesia.

Bagi Aceh selaku tuan rumah, semangat dan optimisme menyukseskan Penas XV harus dikobarkan, karena sesungguhnya memperebutkan dan memperjuangkan Aceh sebagai tuan rumah bukan datang begitu saja, namun melalui perjuangan berat dalam dua kali Penas sebelumnya melalui Rembug Utama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Terakhir dalam Rembug KTNA pada Penas XIV di Malang, Jawa Timur pada 2014 lalu, Aceh unggul memperoleh suara terbanyak mengalahkan Sumatera Barat yang juga sangat berminat sebagai tuan rumah waktu itu.

Lazimnya setiap Penas, Presiden dan para Menteri Kabinet hadir menyampaikan pesan-pesan pembangunan. Kali ini sebanyak 35.000 petani seluruh Nusantara akan menginjakkan kakinya di bumi Serambi Mekkah. Mereka akan menempati rumah-rumah penduduk selama seminggu untuk mengikuti serangkaian agenda yang telah disusun panitia, mulai acara pembukaan, aneka pertemuan dan lomba sampai penutupan. Saat ini panitia telah mendata dan menginventarisir tidak kurang dari 6.000 rumah yang akan dihuni peserta di beberapa desa dalam kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Sudah disiapkan
Dari berbagai kegiatan yang sudah disiapkan, beberapa kegiatan yang banyak diminati pengunjung dan ikut mewarnai Penas KTNA XV kali ini seperti Pameran Pertanian, Expo/Kontes Peternakan dan Hortikultura, serta Gelar Teknologi. Kegiatan lain juga tidak kalah serunya seperti Peragaan, Unjuk Tangkas dan Asah Terampil, studi banding dan widyawisata serta macam-macam pertemuan. Pada acara pembukaan, sebanyak 500 penari akan ditampilkan menyuguhkan tari kreatif bersifat kolosal yang mampu membuat peserta Penas terkagum-kagum.

Gelar Teknologi yang menjadi tanggung jawab Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang di tingkat provinsi oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh saat ini sedang terus dilakukan pembenahan pada areal seluas 10 hektare di belakang Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Banda Aceh. Lahan ini sebelumnya areal persawahan yang sudah lama menjadi semak belukar, lebih tepat disebut lahan suboptimal dengan salinitas cukup tinggi dan sistem pengairan yang buruk. Namun Badan Litbang Pertanian harus mampu menjawab permasalahan tersebut melalui teknologi.

Pada kluster tanaman pangan telah ditanam berbagai komoditi seperti padi, jagung, sorgum, kedelai, dan kacang hijau. Demikian pula pada kluster hortikultura ikut diperkenalkan cara tanam bawang dengan biji, cabai, terong, melon, semangka dan aneka sayuran lainnya. Pada kluster peternakan seluas 1,5 hektare akan ditampilkan Ekspo Ternak Sapi Aceh, Panen Pedet, Penggemukan Sapi, Pakan Hijauan, Hewan Kesayangan, dan aneka lomba.

Tidak ketinggalan, berbagai alat dan mesin pertanian ikut pula dipamerkan berikut dengan demonstrasi langsung di lapangan dengan melibatkan pemuda. Dijadwalkan, Presiden Jokowi berkenan melakukan panen pedet (anak sapi umur 1-6 bulan) sebagai bagian dari program Sapi Induk Wajib Bunting (Siwab) dan meninjau berbagai komoditi unggulan Aceh seperti kopi Arabika Gayo, nilam, kakao, padi gogo, jagung, kedelai dan sebagainya.

Untuk suksesnya Penas tentu saja butuh kerja keras dan persiapan yang matang, mulai penyediaan infrastruktur, manajemen, SDM sampai non teknis. Semuanya harus bersinergi dan terkoordinasi dengan baik antara panitia pusat dan daerah. Apalagi dari segi waktu, Penas di Aceh kali ini lebih cepat dari biasanya, sehingga dari segi penganggaran ikut berpengaruh lambannya realisasi kegiatan. Meskipun Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah menaruh perhatian terhadap kesuksesan Penas KTNA XV dengan beberapa kali meninjau langsung kesiapan lapangan, namun publik melihat sisa waktu yang tinggal sebulan lagi perlu diwaspadai, belum lagi cuaca ekstrem yang kurang bersahabat.

Tempat belajar
Penas KTNA XV yang berlangsung di Aceh tahun ini harus berbeda dengan sebelumnya, terutama dari segi kemasan acaranya mulai acara pembukaan, pameran, gelar teknologi sampai bagaimana menunjukkan sikap keramahtamahan kepada tamu sehingga mereka berkesan selama berada di bumi Serambi Mekkah. Areal Gelar Teknologi seluas 10 hektare yang berada persis di belakang Stadion Harapan Bangsa, idealnya menjadi edukasi dan tempat belajar bagi peserta Penas dan masyarakat/pengunjung, baik dalam hal inovasi teknologi dari hulu sampai hilir, mulai budidaya, manajemen, pengolahan dan info pasar dan harga.

Hal yang lebih penting lagi adalah bagaimana moment Penas kali ini menjadi pemersatu bangsa melalui serangkaian agenda acara baik lomba maupun kegiatan lain seperti Rembug KTNA, Temu Karya, Temu Bisnis dan lain-lain. Apalagi dalam even nanti mampu melahirkan “Ikrar Lhong Raya” demi mewujudkan petani sejahtera melalui sektor pertanian. Untuk itu, ke depan harus ada kebijakan pemerintah yang memihak petani melebihi dari apa yang telah berlangsung selama masa pemerintahan Jokowi yang mampu menyetop impor beras dan komoditas lain pada tahun-tahun mendatang.

Menyukseskan berbagai agenda yang layak dilihat Presiden dan pengunjung yang datang dari berbagai wilayah memang butuh komitmen dan kerja keras semua pihak. Sebagai tuan rumah, seyogianya perlu mencurahkan segenap pemikiran dan kemampuan dalam menata lebih baik setiap agenda yang sudah ditetapkan dalam sisa waktu tidak sampai sebulan lagi itu. Bagaimanapun kita harus tetap optimis bahwa Penas KTNA XV 2017 akan menuai sukses, tanpa cacat sedikit pun. Semoga!

Ir. Basri A. Bakar, M.Si., Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Aceh. Email: baskar_olin@yahoo.com

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help