Kejari Geledah Kantor Kemenag Aceh

Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh menggeledah ruang kerja Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama

Kejari Geledah Kantor Kemenag Aceh
SERAMBI/M ANSHAR
Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh melakukan penggeledahan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwilkemenag) Aceh, Banda Aceh, Selasa (18/4/2017). Penggeledahan ini terkait pengembangan kasus dugaan korupsi  proyek perencanaan pembangunan Kantor Kanwilkemenag Aceh yang terjadi tahun 2015. SERAMBI/M ANSHAR 

BANDA ACEH - Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh menggeledah ruang kerja Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Daud Pakeh, Selasa (18/4) terkait dugaan korupsi tahun 2015. Selain ruang kakanwil, juga digeledah ruang Unit Layanan Pengadaan (ULP) kantor tersebut.

Menurut informasi, penggeledahan itu terkait dugaan korupsi kontrak perencanaan pembangunan Kantor Kemenag Aceh tahun anggaran 2015 dengan pagu Rp 1,2 miliar yang bersumber dari APBN.

Amatan Serambi, penggeledahan dilakukan oleh tujuh penyidik pidana khusus Kejari Banda Aceh. Penggeledahan dimulai pukul 09.30 hingga 11.45 WIB diawali dari ruang kerja Daud Pakeh. Proses penyidikan itu dipimpin oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Muhammad Zulfan SH didampingi Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Himawan SH bersama lima penyidik lainnya.

Saat proses penggeledahan berlangsung, Kakanwil Kemenag Aceh, Daud Pakeh sedang tidak berada di tempat. Menurut informasi yang diterima Serambi, waktu itu Daud Pakeh sedang mengikuti rapat musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Aceh. Kedatangan tim penyidik yang tanpa pemberitahuan sebelumnya sempat membuat pegawai kantor keagamaan tersebut terkejut.

Dari hasil penggeledahan, tim penyidik menyita satu tas lebih dokumen terkait perencanaan pembangunan Kantor Kemenag Aceh tahun 2015. Semua dokumen itu dimasukkan dalam satu mobil minibus dan kemudian dibawa ke Kantor Kejari Banda Aceh untuk dipelajari lebih lanjut. Tak hanya menyita dokumen, penyidik juga menyegel maket perencanaan pembangunan Kantor Kemenag Aceh tahun anggaran 2015.

Kajari Banda Aceh melalui Kasi Pidsus, Muhammad Zulfan mengatakan pihaknya telah memeriksa beberapa saksi terkait kasus rasuah di kantor keagamaan Aceh itu. “Yang kita sita tadi dokumen-dokumem perencanaan pembangunan Kantor Kemenag Aceh tahun anggaran 2015. Lebih satu tas yang disita, tebal-tebal lagi. Kita juga menyegel maketnya,” kata Zulfan didampingi Himawan di kantornya seusai penggeledahan.

Zulfan juga menyampaikan, pihaknya saat ini juga telah menetapkan beberapa tersangka, namun Zulfan masih merahasiakan identitas para tersangka. Ia juga enggan menyebut jumlah kerugian negara dari kasus itu. “Hari ini kami hanya melakukan penggeledahan, tapi kalau berbicara materi dan menyangkut inisial tersangka, kami belum bisa menyebutnya,” katanya.

Ia menjelaskan, kontrak perencanaan pembangunan Kantor Kemenag Aceh tahun 2015 senilai Rp 1,2 miliar yang bersumber APBN. Dari kontrak perencanaan tersebut, akan dibuat desain bangunan gedung Kanwil Kemenag Aceh senilai Rp 40 miliar ke atas. Perencanaan tersebut, kata Zulfan, terindikasi menyalahi aturan. Pihaknya pun turun tangan untuk mengusut kasus yang diterima dari laporan masyarakat itu.

“Saat ini bentuk gedung masih leter L dan akan dibangun dengan posisi leter U. Yang leter U sedikit inilah yang akan dibangun, tapi direncanakan anggaran digunakan tahun anggaran 2015. Kami menduga, dalam proses perencanaan ini sudah terjadi tindak pidana korupsi,” pungkas Zulfan seraya berjanji akan menuntaskan kasus itu secepat mungkin untuk dilimpahkan ke pengadilan. (mas)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help