SerambiIndonesia/

Usai Mencoblos, Tujuh Tahanan KPK Kompak Acungkan Tiga Jari

Tak hanya itu, ketujuh tahanan kasus korupsi itu juga kompak mengacungkan tiga jari seusai melakukan pencoblosan.

Usai Mencoblos, Tujuh Tahanan KPK Kompak Acungkan Tiga Jari
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Tujuh tahanan KPK kompak mengacungkan tiga jari seusai menggunakan hak pilih dalam Pilkada DKI di Rutan Gedung KPK Jakarta, Rabu (19/4/2017).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak delapan tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menggunakan hak pilih dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Dari delapan pemillih, tujuh di antaranya kompak menggunakan rompi tahanan berwarna oranye.

Tak hanya itu, ketujuh tahanan kasus korupsi itu juga kompak mengacungkan tiga jari seusai melakukan pencoblosan.

"Pasti menang nomor tiga," ujar mantan anggota Komisi V DPR, Andi Taufan Tiro, sambil mengacungkan tiga jari kepada awak media.

Mantan Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar, mendapat giliran pertama. Berbeda dengan tahanan lainnya, Patrialis melepaskan rompi tahanan dan mengenakan batik lengan pendek.

Pemilih kedua adalah terdakwa dalam kasus suap pejabat Badan Keamanan Laut, Fahmi Darmawansyah. Fahmi tidak banyak berbicara kepada awak media.

Giliran ketiga adalah terdakwa dalam kasus korupsi pembangunan gedung olah raga di Hambalang, Jawa Barat, Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng.

"Hatiku tidak mendua," ujar Choel.

Selanjutnya adalah, Direktur PT Mahkota Negara Marisi Matondang. Dia merupakan salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan rumah sakit khusus untuk pendidikan tahun anggaran 2009 di Universitas Udayana, Bali.

Setelah Marisi, giliran terdakwa dalam kasus suap pejabat Direktorat Jenderal Pajak, Ramapanicker Rajamohanan Nair. Seusai mencelupkan jari ke dalam tinta, Mohan mengacungkan tiga jarinya.

Giliran keenam yakni, anak buah Fahmi Darmawansyah, Muhammad Adami Okta. Adami juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pejabat Bakamla.

Selanjutnya, mantan anggota DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi. Sanusi ditangkap dalam operasi tangkap tangan setelah menerima uang dari pengembang yang mengikuti reklamasi di Teluk Jakarta.

"Sudah pasti tahu dong," kata Sanusi saat ditanya dukungannya dalamPilkada DKI.

Giliran terakhir adalah mantan anggota Komisi V DPR, Andi Taufan Tiro. Politisi PAN tersebut menyebut secara tegas dukungannya pada pasangan calon nomor tiga.

Seusai menggunakan hak pilih, ketujuh tahanan yang mengenakan rompi oranye berfoto bersama. Semua tahanan kompak mengacungkan tiga jari.

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help