Anggota Dewan Pijay Mengamuk

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya (Pijay), Hasan Basri ST MT, Rabu (19/4) pukul 11.00 WIB, mengamuk

Anggota Dewan Pijay Mengamuk
Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya, Ir H Sulaiman Ary (Kiri) mengukuhkan dua kader Partai Aceh (PA) Helmi (dua dari kanan) dan Saifullah (kanan) dalam sidang rapat paripurna istimewa peresmian, pemberhentian, dan pengangkatan Pengganti Antar Waktu (PAW), Kamis (19/9) di Gedung DPRK Pijay. SERAMBI/IDRIS ISMAIL 

* Harap Dana Perjalanan Dinas ke Jakarta

MEUREUDU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya (Pijay), Hasan Basri ST MT, Rabu (19/4) pukul 11.00 WIB, mengamuk dengan memecahkan kaca pintu gedung dewan setempat, karena tak puas dengan jawaban staf Setwan yang mengatakan tidak ada lagi dana untuk membiayai perjalanan dinas ke Jakarta seperti yang diharapnya.

Keributan mulai terjadi saat Hasan Basri mempertanyakan plot dana perjalanan dinas luar daerah anggota dewan, untuk melakukan konsultasi ke pemerintah pusat, terkait molornya penyaluran dana Rehabilitasi dan Rekontruksi pascagempa di Pijay.

Sejumlah saksi mata menyebutkan, anggota dewan Pijay itu tampak kesal karena pembangunan rehab-rekons pascagempa di Pijay, sudah empat bulan belum juga dilaksanakan. Padahal, Serambi sudah sering memberitakan persoalan dana hibah ini yang masih dalam proses pembahasan di tingkat pemerintah pusat.

Jumlah dana yang akan dihibahkan untuk proses rehab rekons juga sudah disebutkan, yakni Rp 343 Miliar bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat. Namun proses hibah dana ini masih dalam penyelarasan program, agar tidak tumpang-tindih dengan instansi lainnya.

Namun Hasan Basri ngotot untuk berangkat ke Jakarta guna mempertanyakan kembali persoalan ini ke pemerintah pusat. Karena itu ia pun berharap Sekretariat DPRK Pijay membiayai keberangkatannya itu. Atas permintaan itu, staf bagian umum Setwan setempat mengatakan bahwa alokasi dana untuk biaya konsultasi ke luar daerah tidak ada lagi.

Mendengar penjelasan itu, Hasan pun langsung mengambil asbak rokok yang ada di dekatnya dan melemparnya ke pintu kaca kantor dewan. Sehingga kaca pintu itu pun pecah. Selain itu, beberapa benda yang ada di ruangan itu seperti mesin faximile dan perangkat wifi pun dirusaknya.(c43)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help