SerambiIndonesia/

Tafakur

Memimpin Diri

Sebagaimana disebutkan dalam hadits, setiap diri kita adalah pemimpin. Dengan demikian, kita tidak bisa mengelak dari menjadi pemimpin

Memimpin Diri

Oleh: Jarjani Usman

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai
pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya…” (HR. Bukhari).

Sebagaimana disebutkan dalam hadits, setiap diri kita adalah pemimpin.
Dengan demikian, kita tidak bisa mengelak dari menjadi pemimpin. Bukan
hanya memimpin orang lain, tetapi memimpin diri sendiri. Bahkan
seringkali terbukti, memimpin diri sendiri tidak mudah bagi orang
kebanyakan.

Seperti orang-orang yang menganjurkan untuk senantiasa berbuat baik
dalam hidup ini, tetapi dalam kesehariannya kadangkala luput memimpin
diri. Yaitu memimpin diri untuk senantiasa bersikap dan berbuat yang
benar. Dalam bekerja, misalnya, tak sedikit orang yang tergoda untuk
berbuat curang dan bahkan memberikan contoh kepada orang lain
bagaimana berbuat kecurangan demi memperoleh harta duniawi tambahan.
Akibatnya, kecurangan itu terus berlangsung di tempat kerja tersebut,
walaupun orang yang mengajarkannya telah meninggal dunia.

Dalam contoh tersebut bisa difahami bahwa sudah demikian parah
diabaikan kewajiban untuk memimpin diri. Pergelutan dalam batin
sendiri antara mematuhi perintah Allah atau menuruti hawa nafsu
dimenangkan oleh hawa nafsu. Padahal Rasulullah SAW telah
mengingatkan bahwa memperturutkan hawa nafsu tak akan berakhir pada
kepuasan, kecuali kematian datang untuk mengakhirinya. Semakin
diperturutkan, semakin bertambah keinginannya. Walaupun tak mampu
menghentikan hawa nafsu, pertanggungjawaban akan kepemimpinan diri
pasti akan diminta.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help