SerambiIndonesia/

Pangdam Janji Buru Senpi Ilegal

Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Moch Fachrudin SSos, berjanji terus memburu senjata api

Pangdam Janji Buru Senpi Ilegal
SERAMBI/BUDI FATRIA
Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Moch Fachrudin bersama mantan Pangdam IM, Mayjen TNI Tatang Sulaiman dan Kasdam IM, Brigjen TNI Achmad Daniel Chardin meninggalkan lapangan upacara usai acara serah terima jabatan (sertijab) dan apel bersama di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Rabu (19/4). SERAMBI/BUDI FATRIA 

BANDA ACEH - Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Moch Fachrudin SSos, berjanji terus memburu senjata api (senpi) ilegal yang masih beredar di kalangan masyarakat Aceh pascakonflik.

Dia menegaskan bahwa yang berhak menggunakan senpi hanyalah pihak kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Hal itu disampaikannya menjawab wartawan seusai menjadi pembina apel bersama gelar pasukan di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Rabu (19/4).

Apel yang diikuti perwakilan dari semua kesatuan TNI itu digelar dalam rangka serah terima jabatan (sertijab) Pangdam IM dari Mayjen TNI Tatang Sulaiman kepada Mayjen TNI Moch Fachrudin SSos.

Setelah acara sertijab, malamnya dilanjutkan dengan acara pisah sambut Pangdam IM di Lapangan Indoor, Neusu.

“Kita sudah kerja sama dengan polisi, terus kita cari tersangkanya. Kalau ada, kita tangkap,” katanya.

Penegasan ini disampaikan mengingat masih adanya penggunaan senpi oleh pihak tak berwenang, meskipun pelakunya berhasil diciduk pihak kepolisian.

Dua kasus terakhir yang masih membekas terjadi pada seputar Pilkada 2017. Yaitu, penembakan terhadap dua warga Gampong Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur, pada 5 Maret 2017 dan penembakan posko paslon cabup-cawabup Pidie, Roni Ahmad (Abusyik)-Fadhlullah TM Daud, di Gampong Ulei Seupeng, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, Senin, 6 Maret 2017.

Fachrudin juga meminta kepada semua masyarakat Aceh agar melaporkan apabila melihat ada orang sipil memegang senjata tanpa izin.

Ia juga mengimbau warga yang menyimpan senpi secara ilegal agar dapat menyerahkan kepada pihak berwajib. “Kalau Anda tahu, informasikan itu biar kami ambil. Yang bisa pegang senjata polisi dan tentara,” tandasnya.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help